|
Saya rasa ini pertanyaan yang menarik & sudah dibahas beberapa kali. Dan mungkin jawabannya tidak sesederhana yang di harapkan.
Saya rasa idealnya adalah jaringan vulnerable people mengambil peran sebagai watchdog - secara eksklusif. Dan beberapa jaringan sudah mengarah ke arah yang benar. Beberapa kendala yang masih menghalangi antara lain:
- Monitoring technical capacity: sampai sekarang saya belum melihat jaringan vulnerable people yang benar benar memiliki technical capacity yang cukup besar untuk melakukan monitoring yang benar benar evindence-based, terstruktur & sustainable. Kebanyakan masih melakukan monitoring on case-by-case basis, jadi kesinambungan dari monitoringnya belum terjadi. Sedangkan untuk mengambil peran watchdog, sustainability, accountability & credibility dari monitoring menjadi salah satu hal yang sangat penting.
- Institutional capacity & partnership strategy: Walaupun sudah jauh lebih maju, tapi masih banyak jaringan yang masih struggling untuk bisa benar benar membangun management organisasinya. Sustainable financing menjadi kendala besar bagi jaringan - terutama karena mereka sebuah jaringan & tidak banyak donor yang mau memberikan core funding. Gaya dari management kadang masih membingungkan - kadang mau demokratis, tapi kadang makin bingung karena tidak sepenuhnya mengerti korelasi antara system yang demokratis dengan management organisasi yang efektif. Dan sering kali, untuk mempertahankan independensi dari organisasi, kemitraan menjadi satu aspek yang benar benar di hilangkan dari strategi organisasi (selain karena personal ego juga sebenarnya). Dan ini menjadi satu lingkaran setan yang berbahaya.
- Core funding: tidak banyak (atau malah tidak ada) donor yang ingin memberika core funding (biaya operasional, gaji staff, sewa sekertariat, dll) tanpa memberikan intervensi yang besar terhadap program jaringan. Hal ini, ditambah dengan ketidak-mampuan jaringan untuk membuat argumen yang kuat & evidence-based kepada donor. Plus donor juga memiliki kepentingan (which is nothing wrong with that). Tapi bila di gambaran besar: donor punya kepentingan + civil society tidak bisa membawa suara konstituensinya = jaringan melakukan proyek untuk kepentingan donor untuk mendapatkan uang.
Namun, kita juga harus mengakui bahwa, perkembangan jaringan jauh lebih baik dari pada beberapa tahun yang lalu, waktu jaringan jaringan ini masih belum ada. Response dari masyarakat sipil mulai kuat, kita juga mulai kritis. Satu hal yang masih juga harus di fasilitasi adalah gap antara senior aktivist dengan yang lebih muda. Karena kayaknya disitu ada gap yang besar, dan tidak ada yang menjembatani.
Nah, mungkin saya juga bisa menambahkan pertanyaan. Karena kita tahu bahwa peran jaringan vulnerable people agak menyimpang dari peran aslinya, tapi apa yang sebenarnya bisa dilakukan? Apa practical solution dari masalah ini? Karena kalau kita membahas masalahnya saja, kita sudah lakukan itu dari dulu. Tapi apa yang sebenarnya bisa dilakukan?
Cheers,
Rico Gustav
|