All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 4 posts ] 
  Print view

Posisi Vulnerable People dalam Penanggulangan AIDS
Author Message
PostPosted: 19 Jan 2009, 17:56 
Site Admin
Offline

Joined: 14 Agu 2008, 13:50
Posts: 27
Sebagai lontaran awal bagaimana kalau kita menjawab beberapa pertanyaan berikut:
  1. Posisi apakah yang sebenarnya ideal untuk Vulnerable People dalam penanggulangan AIDS di Indonesia?
  2. Mungkinkah sebagai watchdog atau justru pelaku atau sebagai obyek?
Terimkasih atas opininya.
Pengelola www.aids-ina.org


Top
 Profile E-mail  
 

Re: Posisi Vulnerable People dalam Penanggulangan AIDS
PostPosted: 20 Jan 2009, 17:45 
Site Admin
Offline

Joined: 14 Agu 2008, 13:50
Posts: 27
Menurut saya masyarakat sipil sebagai kelompok kritis. Jadi posisi nya mandiri dari pemerintah maupun KPAN. Boleh KPAN atau pemerintah memfasilitasi kegiatan. Tapi keputusan dan kebijakan semua ada di tangan masyarakat sipil.

Termasuk dalam kepengurusan apapun, pemerintah dan KPAN tidak masuk dalam sistem masyarakat sipil. Masyarakat fungsinya adalah memantau kinerja pemerintah dan KPAN, bukan menggantikan pekerjaan pemerintah.

Mungkin itu saja masukan saya, kalau tidak pernah dibuat masyarakat sipil kritis. Maka Masyarakat sipil sampai kapan pun akan dijadikan objeck.

Salam

Toyo


Top
 Profile E-mail  
 

Re: Posisi Vulnerable People dalam Penanggulangan AIDS
PostPosted: 20 Jan 2009, 17:46 
Site Admin
Offline

Joined: 14 Agu 2008, 13:50
Posts: 27
Hai,

Setuju dengan keinginan membuat masyarakat sipil yg kritis, sekarang sepertinya arah menuju kesana telah dimulai meskipun belum merupakan langkah yg besar.

Saya agak bingung dengan pernyataan semua keputusan dan kebijakan ada di tangan masyarakat sipil dan masyarakat fungsinya adalah memantau kinerja pemerintah dan KPAN, bukan menggantikan pekerjaan pemerintah. Terus kalau keputusan dan kebijakan di tangan masyarakat berarti pemerintah/KPAN tidak punya fungsi apa2 donk selain "mengfasilitasi".

Maaf atas pertanyaan bodoh saya....

Cheers,
Harris


Top
 Profile E-mail  
 

Re: Posisi Vulnerable People dalam Penanggulangan AIDS
PostPosted: 07 Nop 2009, 11:53 
Offline

Joined: 07 Nop 2009, 11:15
Posts: 1
Saya rasa ini pertanyaan yang menarik & sudah dibahas beberapa kali. Dan mungkin jawabannya tidak sesederhana yang di harapkan.

Saya rasa idealnya adalah jaringan vulnerable people mengambil peran sebagai watchdog - secara eksklusif. Dan beberapa jaringan sudah mengarah ke arah yang benar. Beberapa kendala yang masih menghalangi antara lain:

- Monitoring technical capacity: sampai sekarang saya belum melihat jaringan vulnerable people yang benar benar memiliki technical capacity yang cukup besar untuk melakukan monitoring yang benar benar evindence-based, terstruktur & sustainable. Kebanyakan masih melakukan monitoring on case-by-case basis, jadi kesinambungan dari monitoringnya belum terjadi. Sedangkan untuk mengambil peran watchdog, sustainability, accountability & credibility dari monitoring menjadi salah satu hal yang sangat penting.

- Institutional capacity & partnership strategy: Walaupun sudah jauh lebih maju, tapi masih banyak jaringan yang masih struggling untuk bisa benar benar membangun management organisasinya. Sustainable financing menjadi kendala besar bagi jaringan - terutama karena mereka sebuah jaringan & tidak banyak donor yang mau memberikan core funding. Gaya dari management kadang masih membingungkan - kadang mau demokratis, tapi kadang makin bingung karena tidak sepenuhnya mengerti korelasi antara system yang demokratis dengan management organisasi yang efektif. Dan sering kali, untuk mempertahankan independensi dari organisasi, kemitraan menjadi satu aspek yang benar benar di hilangkan dari strategi organisasi (selain karena personal ego juga sebenarnya). Dan ini menjadi satu lingkaran setan yang berbahaya.

- Core funding: tidak banyak (atau malah tidak ada) donor yang ingin memberika core funding (biaya operasional, gaji staff, sewa sekertariat, dll) tanpa memberikan intervensi yang besar terhadap program jaringan. Hal ini, ditambah dengan ketidak-mampuan jaringan untuk membuat argumen yang kuat & evidence-based kepada donor. Plus donor juga memiliki kepentingan (which is nothing wrong with that). Tapi bila di gambaran besar: donor punya kepentingan + civil society tidak bisa membawa suara konstituensinya = jaringan melakukan proyek untuk kepentingan donor untuk mendapatkan uang.

Namun, kita juga harus mengakui bahwa, perkembangan jaringan jauh lebih baik dari pada beberapa tahun yang lalu, waktu jaringan jaringan ini masih belum ada. Response dari masyarakat sipil mulai kuat, kita juga mulai kritis. Satu hal yang masih juga harus di fasilitasi adalah gap antara senior aktivist dengan yang lebih muda. Karena kayaknya disitu ada gap yang besar, dan tidak ada yang menjembatani.

Nah, mungkin saya juga bisa menambahkan pertanyaan. Karena kita tahu bahwa peran jaringan vulnerable people agak menyimpang dari peran aslinya, tapi apa yang sebenarnya bisa dilakukan? Apa practical solution dari masalah ini? Karena kalau kita membahas masalahnya saja, kita sudah lakukan itu dari dulu. Tapi apa yang sebenarnya bisa dilakukan?

Cheers,

Rico Gustav


Top
 Profile E-mail  
 

Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 4 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron
Skin created by phpBB3 templates, www.4poziom.com reklama w internecie reklama
Powered by phpBB © 2000, 2002, 2005, 2007 phpBB Group phpbb template