9 Warga Terserang HIV, Asahan Masuk Daftar Kuning di Sumut
Tanggal: Friday, 13 May 2011
Topik: HIV/AIDS


Metro Siantar, 10 Mei 2011

KISARAN– Pemkab Asahan melalui Dinas Kesehatan kembali menemukan penderita Virus human immunodeficiency virus (HIV). Dari 9 penderita HIV, satu di antaranya balita berumur 3 tahun. Melihat data ini, jumlah penderita HIV di Asahan termasuk tinggi untuk wilayah Sumatera Utara dan masuk dalam daftar lampu kuning (hati-hati).

Data dihimpun dari Dinkes, Senin (9/5) sejak dibukanya Poliklinik Voluntary Concelling and Testing (VCT) di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS), priode Januari hingga April 2011, terjaring 9 penderita HIV di Asahan. Bila dibandingkan dengan tahun 2010, kasus ini meningkat.

Di mana tahun 2010 ada 13 penderita HIV, 5 di antaranya sudah meninggal dunia.

Kadis Kesehatan drg Habinsaran Nasution melalui Kapala Seksi Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Saprin Sanjaya mengatakan, dari 9 penderita, 4 orang positif Acquired Immune Deficiency Syindrome (AIDS) dan 5 orang HIV.

Kesembilan orang itu diketahui menderita HIV saat melakukan pengecekan darah sewatu dirawat di RSUD dan ada juga yang sewaktu melakukan donor darah. “Usia penderita terbilang usia produktif antara 19 tahun sampai 35 tahun, dan ada yang baru berumur 3 tahun,” ungkapnya. Lanjutnya, dari kasus yang terjaring, pada umumnya akibat sex bebas.

“Lima orang karena sex bebas, 3 orang akibat narkoba dan 1 orang karena keturunan. Jadi penderita HIV/AIDS di Asahan selama kurun waktu dua tahun ini sebanyak 21 penderita, dengan rincian 5 penderita sudah meninggal dunia, tandasnya. Secara ilmu efidomologi kesehatan, bila ada 1 penderita ditemukan, maka masih ada 100 penderita lagi yang belum ditemukan.

Sementara dr Nini SpP selaku Konselor HIV/AIDS Kabupaten Asahan mengatakan, melihat perkembangan kasus perkasus HIV Positif yang didapati, Kabupten Asahan berpotensi sebagai penyebaran HIV. Dengan dibukannya Poliklinik VCT ini, masyarakat bisa datang untuk berkonsultasi secara sukarela dan tidak dipungut biaya alias gratis.

Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan kekurangan imun. Sehingga HIV menjadi penyebab dasar AIDS. HIV bisa menular melalui hubungan kelamin dan hubungan seks oral, atau melalui anus, transfusi darah, penggunaan bersama jarum terkontaminasi melalui injeksi obat dan dalam perawatan kesehatan, dan antara ibu dan bayinya selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui.

Kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Kabupaten Asahan paling banyak penyebabnya adalah sek bebas. (mag-02/syaf)

Sumber : 
metrosiantar.com



[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4106