Anti-retroviral terbukti ampuh cegah penyebaran HIV
Tanggal: Wednesday, 18 May 2011
Topik: HIV/AIDS


Detik, 13 Mei 2011

Obat anti-retroviral bisa mengurangi penyebaran virus HIV

Seorang pengidap HIV-positif yang langsung meminum obat anti-retroviral setelah didiagnosa mengidap HIV bisa memotong resiko penyebaran virus ke pasangannya hingga 96% ketimbang mengkonsumsi obat setelah kondisi menurun.

Temuan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Institut Kesehatan Nasional AS terhadap 1.763 pasangan, yang salah satunya mengidap HIV.

Penelitian ini dimulai tahun 2005 di sejumlah lokasi di Afrika, Asia dan Amerika.

Dalam penelitian selama enam tahun tersebut, pasien HIV-positif dibagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok langsung diberi obat anti-retroviral drugs. Sedangkan kelompok lainnya menerima pengobatan ketika sel darah putih mereka telah menurun.

Kedua kelompok mendapatkan konseling untuk melakukan seks aman, diberi kondom dan perawatan untuk infeksi penyakit seksual menular.

Hasilnya, diantara orang yang langsung mendapat terapi anti-retroviral hanya ditemui satu kasus penularan.

Sedangkan kelompok lain terdapat 27 kasus penularan HIV.

"Penemuan ini merupakan terobosan yang mengubah permainan secara serius dan akan mendorong revolusi pencegahan lebih maju. Ini akan membuat opsi prioritas pencegahan penularan HIV yang baru, kata Michel Sidibe, eksekutif direktur lembaga penanganan Aids PBB, UNAIDS.

Data WHO selama ini tercatat penularan penyakit seksual meningkat sebesar 80%.

Direktur Jenderal WHO Dr Margaret Chan, menggambarkan pengumuman ini sebagai perkembangan yang penting.

"Temuan ini akan memperkuat lebih jauh dan mendukung tuntunan baru WHO yang akan dikeluarkan Juli mendatang untuk membantu pencegahan penyebaran HIV ke pasangan mereka.

Anti-retrovirals, sebagai obat pencegahan penyebaran, selama ini diperdebatkan oleh sejumlah penelitian, tetapi peneliti mengatakan ini merupakan pertama kalinya terbukti dalam uji coba klinis.

Keith Alcorn, dari lembaga pemerhati HIV/AIDS mengatakan Dunia tidak bisa mengindahkan lagi terlalu lama. Perawatan HIV sangat penting dalam pencegahan penularan HIV, dan bisa menjadi efek yang besar bagi negara yang mengalami epidemi HIV terburuk.

"Apa yang kita butuhkan saat ini adalah komitmen baru dalam penanganan HIV, dan mempelajari bagaimana mendapatkan keuntungan maksimal di tingkat negara.(bbc/bbc)

Sumber :
detiknews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4115