Khitan Memperkecil Risiko Terserang Penyakit Menular
Tanggal: Wednesday, 18 May 2011
Topik: Narkoba


Harian Analisa, 14 Mei 2011

PRIA berkhitan memiliki risiko lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak sunat jika dihadapkan pada penyakit infeksi menular melalui hubungan seks. Menurut laporan dalam jurnal Pediatrics, khitan mungkin mengurangi risiko seorang tertular dan menyebarkan infeksi semacam itu hingga 50%.

Karena itu kemudian disarankan bagi orangtua untuk menyunatkan anak yang baru dilahirkan. Studi tersebut hanya salah satu dari banyak penelitian yang telah dilakukan atas topik kontroversial itu. Meskipun kebanyakan penelitian telah mendapati bahwa sunat mengurangi tingkat HIV (virus penyebab AIDS), sifilis, dan borok pada alat kelamin.

Hasil tersebut lebih bercampur bagi penyakit lain yang menular melalui hubungan seks (STD). Academy of Pediatrics di Amerika telah menyebut bukti tersebut "rumit dan bertentangan".

Karena itu mereka mengambil kesimpulan bahwa saat ini bukti tadi tidak memadai untuk mendukung khitan rutin terhadap bayi yang baru dilahirkan. Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis himpunan data yang dikumpulkan tim riset, mencakup banyak kelompok kelahiran anak dari Selandia Baru.

Kaum pria terbagi jadi dua kelompok berdasarkan atas status sunat sebelum usia 15 tahun. Keberadaan infeksi yang menular melalui hubungan seks antara usia 18 dan 25 tahun ditentukan melalui daftar pertanyaan.

"Sebanyak 356 anak laki yang tak dikhitan memiliki risiko 2,66 kali serangan infeksi yang menular melalui hubungan seks dibandingkan 154 anak laki yang disunat," kata pemimpin peneliti dari Christchurch School of Medicine and Health Sciences Dr David M Fergusson dan rekan-rekan.

Selain itu, sebagian besar risiko yang berkurang tersebut tak berubah setelah diperhitungkannya faktor pemicu yang potensial, seperti jumlah pasangan seks dan hubungan seks tanpa pelindung.

Para ilmuwan itu memperkirakan bahwa kalau saja khitan rutin terhadap bayi yang baru dilahirkan telah dilembagakan, angka infeksi yang menular melalui hubungan seks dalam kelompok tersebut saat ini mungkin telah berkurang setidaknya 48 persen. Analisis tersebut memperlihatkan manfaat sunat dalam mengurangi risiko infeksi yang menyerang melalui hubungan seks mungkin sangat banyak.

Masalah kesehatan masyarakat yang diangkat oleh temuan tersebut jelas melibatkan pertimbangan manfaat jangka panjang bagi khitan rutin terhadap bayi yang baru lahir dalam mengurangi risiko infeksi di masyarakat, berbanding perkiraan biaya prosedur tersebut," papar periset tersebut. (gc/bh)

Sumber :
analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4118