Kukar Tertinggi Kasus HIV
Tanggal: Wednesday, 18 May 2011
Topik: HIV/AIDS


Samarinda, 16 Mei 2011

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Syafak Hanung mengatakan, Kutai Kertanegara merupakan daerah tertinggi di Kaltim soal kasus terinfeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) . Hingga 2010 lalu ada 1.725 kasus HIV. 411 orang menderita AIDS dan 107 orang diantaranya telah meninggal dunia.

Sedangkan Samarinda termasuk daerah tertinggi kedua. Tercatat sebanyak 728 kasus, 178 mengidap AIDS dan 36 orang meninggal. Menyusul Balikpapan dengan 408 kasus, 186 penderita AIDS dan 44 meninggal, serta Tarakan sebanyak 289 kasus, 20 penderita AIDS dan 13 diantaranya meninggal dunia.

"Kita harus gaungkan sistem peringatan dini (Early Warning System) terhadap HIV/AIDS, sehingga masyarakat akan meningkatkan pengetahuan dan kepeduliannya. Khususnya kesiapan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dengan menumbuhkan dan meningkatkan serta mengembangkan peranannya," ujar Syafak Hanung yang diwawancara usai Rapat Kooordinasi/Fasilitasi Kebijakan dan Program Penanggulangan HIV dan AIDS di lingkungan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten/Kota se-Kaltim 2011, Rabu (11/5) lalu.

Syafak menjelaskan, di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI pernah memperkirakan pada 2003 sekitar 90 ribu hingga 130 ribu orang telah mengidap HIV. Saat ini diperkirakan sekitar 12 hingga 19 juta orang rawan tertular HIV karena perilakunya atau pasangan mereka.

Menurut dia, status Indonesia saat ini menjadi berstatus epidemi terkonsentrasi (concentrated epidemic) dari status berprevalensi rendah (low prevalence) menjadi prevalensi tinggi atau dibeberapa wilayah tertentu lebih dari 5 persen populasi berisiko tertentu telah terjangkit HIV/AIDS. Pengidapnya sebagian besar ditemukan diantara para perempuan pekerja seks komersial (PSK) dengan jumlah berkisar 190 ribu hingga 270 ribu orang. Sedangkan laki-laki pengguna jasa PSK diperkirakan 7 hingga 10 juta orang maupun pelaku hubungan seks dengan pasangan sejenis dan para pengguna narkoba suntik termasuk para narapidana.

"Karena itu perlu penanganan yang serius terhadap penanganan HIV/AIDS, khususnya Kaltim. Terutama, perlunya dukungan dan koordinasi pemerintah kabupaten maupun kota terhadap kegiatan yang dilaksanakan Badan/Dinas/Instansi lintas sektoral bagi upaya penanggulangan secara terpadu dan berkesinambungan," ucapnya. (rm-4)

Sumber :
sapos.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4123