Kematian terkait HIV di Cina turun 60%
Tanggal: Monday, 23 May 2011
Topik: HIV/AIDS


Detik, 20 Mei 2011

Kematian terkait HIV turun lebih 60% di Cina dalam tujuh tahun terakhir karena perbaikan akses terhadap obat, kata para peneliti.

Cina memperkenalkan obat antiretroviral gratis pada tahun 2003 dan mencapai lebih 60% pasien pada tahun 2009.

Tetapi para pengamat mengatakan masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mempercepat diagnosa dan memperbaiki akses perawatan pada kelompok-kelompok tertentu.

Di antaranya pria, manula, migran, kelompok minoritas etnik, pemakai obat dengan jarum suntik, dan orang-orang yang terinfeksi HIV lewat hubungan seksual.

Temuan ini diterbitkan di internet pada jurnal Lancet Infectious Diseases.

Penulis utama Professor Fujie Zhang dari Pusat Nasional untuk AIDS/Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Seksual Menular di Beijing mengatakan, "Berdasarkan ukuran negara, sebaran geografis penduduk dengan HIV...cakupan perawatan Cina sangat menakjubkan."

"Tetapi jauh dari tujuan cakupan menyeluruh orang-orang yang memenuhi persyaratan perawatan."

Direktur klinis Terrence Higgins Trust, Jason Warriner mengatakan, "Kami mengetahui akses terhadap tes dan perawatan dalam bentuk anti-retroviral, sangat penting dalam mencegah kematian terkait HIV dan menghentikan lebih banyak orang terinfeksi."

"Sedini mungkin seseorang didiagnosa HIV lebih besar kemungkinan mereka dapat hidup lebih lama dan lebih sehat."

"Tetapi dilanjutkannya pendidikan dan kesadaran terhadap HIV diperlukan juga untuk membantu mencegah lebih banyak orang yang terinfeksi di masa depan," kata Warriner. (bbc/bbc)

Sumber :
detiknews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4135