Media Ujung Tombak Penanggulangan HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 23 May 2011
Topik: HIV/AIDS


Indopos, 20 Mei 2011

UPAYA penanggulangan HIV/AIDS hingga saat ini terus digencarkan. Berbagai upaya pemahaman kepada masyarakat diupayakan agar seluruh lini bisa menjadi ujung tombak pencegahan. Tokoh agama, tokoh masyarakat, PNS, termasuk kalangan media. Itu juga yang dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta selama ini dalam program roadshownya di setiap kecamatan di lima wilayah DKI. Program yang sama juga dilakukan KPA provinsi lainnya di seluruh Indonesia. Gagasan serupa kembali mencuat dalam workshop wartawan dan populasi kunci dalam strategi penanggulangan HIV dan AIDS yang digelar Rabu (18/5) hingga Jumat (20/5) di Jakarta. Dalam workshop yang dihadiri Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi itu diikuti perwakilan daerah dari 12 provinsi di Indonesia. ”Jika semua bergandeng tangan dan media sebagai ujung tombak penyebaran informasinya, pemahaman masyarakat akan semakin baik untuk pencegahan lebih dini HIV/AIDS,” ujar Enita J Rouw, 28, dari Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) Papua, kemarin.

nformasi yang dihimpun, dalam Deklarasi Bangkok atas perjanjian perdagangan bebas dan akses untuk obat-obatan Mei 2011 lalu, JOTHI menentang segala bentuk klausul dalam perjanjian perdagangan bebas yang berimplikasi negatif terhadap akses untuk obatobatan esensial. Selain itu, JOTHI juga meminta agar pemerintah di negara maju di belahan dunia selatan untuk bersatu menolak segala bentuk larangan atas produksi, registrasi, suplai, impor maupun ekspor obat generik. Dan segera membentuk alur penyediaan obat generik yang berkelanjutan demi generasi yang akan datang baik di negara berkembang dan negara miskin.

Perusahaan farmasi yang harga obatnya bisa meningkat ini akan mengancam akses jutaan orang terhadap obat-obatan yang terjangkau harganya. ”Termasuk jenis terbaru pengobatan untuk HIV dan AIDS, hepatitis C, kanker, tuberculosis serta obat esensial untuk penyakit kronis lainnya,” kata peserta workshop Sofyan Syahid dari JOTHI Jawa Barat. Sehingga jutaan orang di belahan dunia selatan yang sudah mengalami kesulitan dalam mengakses obat-obatan yang terjangkau harganya akan semakin terbatas kemampuannya untuk mendapatkan pengobatan. ”Untuk itulah informasi penanggulangan HIV/AIDS sangat penting dan harus ada yang menjembatani untuk hal seperti ini,” katanya. (ibl)

Sumber :
indopos.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4136