Renungan AIDS Nusantara
Tanggal: Wednesday, 25 May 2011
Topik: Narkoba


Harian Equator, 22 Mei 2011

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pontianak menyelenggarakan malam renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2011, Sabtu (21/5) di gedung pertemuan kantor Kecamatan Pontianak Timur.

Ketua pelaksana, Ya’ Muhammad Maulidin, malam renungan AIDS nusantara ini merupakan kegiatan kemasyarakatan yang diselenggarakan setiap tahun. “Biasanya kegiatan ini dilaksanakan tiap minggu ketiga dalam bulan Mei secara serentak di seluruh dunia,” katanya.

Dilihat dari sejarahnya, malam renungan AIDS ini dimulai tahun 1983 di San Francisco, Amerika Serikat. Di Indonesia kegiatan ini sudah ada semenjak tahun 1991, namun baru pada tahun 1996 penyelenggaraan MRAN bmenjadi meluas hampir ke seluruh provinsi di Indonesia. Kegiatan yang bersifat non politis ini berupaya mengajak semua orang untuk sementara waktu melupakan kesibukannya dan melakukan renungan AIDS.

Malam renungan AIDS nusantara ini bertujuan untuk menyatukan semua orang dalam memikirkan dan merenungkan epidemic AIDS yang sudah banyak merengut nyawa manusia di dunia. “Dengan MRAN ini KPA Kota Pontianak mengajak masyarakat untuk memberi dukungan kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) beserta keluarganya (Odindha),” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Eksekutif KPA Kota Pontianak, Padmi Chendramidi, S,Sos,MM mengungkapkan gelaran malam renungan AIDS pada tahun ini mengangkat tema “Touching Lifes” atau “Menyentuh Kehidupan”. Kata Padmi, tema ini merupakan tema yang diusung secara internasional untuk kembali mengingatkan seluruh umat manusia agar peduli kepada sesama, terutama kepada ODHA beserta keluarganya.

“Melalui renungan AIDS, masyarakat diajak bukan saja untuk peduli terhadap masalah AIDS tetapi melalui renungan ini, masyarakat diajak untuk mengambil langkah-langkah penanggulangan. Dengan momen ini, masyarakat Kota Pontianak diharapkan bisa mengubah penderitaan menjadi tekad dan tindakan yang membawa perubahan,” harapnya.

Dilanjutkannya, penanggulangan AIDS menjadi tanggung jawab bersama karena HIV dan AIDS telah menyentuh tatanan kehidupan masyarakat. Menurut data KPA Kota Pontianak, sampai dengan bulan Maret 2011 jumlah orang yang terinfeksi HIV di Kota Pontianak sudah mencapai 1488 orang, dengan kasus AIDS mencapai 966 orang dan yang telah meninggal mencapai 124 orang.

Mengingat fenomena gunung es, saat ini diperkirakan masih banyak anggota masyarakat yang belum terdata. Salah satunya diakibatkan ketidakpedulian untuk mengetahui status kesehatan dan tidak mau melakukan tes secara sukarela di VCT yang telah tersedia hampir di seluruh layanan kesehatan di Kota Pontianak.

“Sikap ini tentunya sangat merugikan mengingat mereka bisa menulari orang lain. Bagaimana dengan mereka yang tidak sadar bahwa tubuhnya telah terinfeksi virus HIV? Mereka sewaktu-waktu bisa saja menularkan virus tersebut, pada orang lain,” katanya.

Sangat dibutuhkan sikap setia terhadap pasangan masing-masing, karena penularan paling rentan dan banyak terjadi adalah melalui hubungan seks dengan bergonta-ganti pasangan tanpa mempergunakan kondom. Selain itu juga penggunaan alat suntik secara bergantian oleh para pencandu narkoba suntik. (oVa)

Sumber :
equator-news.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4143