Berganti-ganti Pasangan Beresiko Tinggi Kena AIDS
Tanggal: Wednesday, 25 May 2011
Topik: Narkoba


Suara Merdeka, 23 May 2011

Faktor sering gonta-ganti pasangan, berisiko tinggi tertular Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyebabkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) atau sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh.

Di Wonogiri, jumlah penderita HIV/AIDS yang masih hidup dan terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), saat ini berjumlah sembilan orang. Kabid Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) DKK Wonogiri, dokter Tuti Darsari MKes, mengatakan, data tahun 2006 ada sebanyak 36 orang. "Tapi yang sekarang masih hidup, tinggal sembilan orang," kata Tuti.

Seperti diketahui, penderita HIV/AIDS berinisial Ny P (35) warga salah satu desa di wilayah Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri meninggal. Korban berstatus janda dengan dua anak. Diduga, dia tertular HIV ketika merantau ke kota besar dan terjerumus ke pergaulan gelap dengan pekerjaan khusus sebagai pramunikmat. "Tapi dua anaknya sehat, sejauh ini keduanya negatif tertular HIV," tutur Tuti Darsari.

Berdasarkan data penelitian yang dilakukan DKK Wonogiri, presentase jumlah penderita HIV/AID pada laki-laki ternyata lebih besar, yakni mencapai 63,9 persen. Untuk wanita sebanyak 36,1 persen. Penderita berstatus PNS ada satu orang, sopir dua orang, anak-anak lima orang, ibu rumah tangga sembilan orang, pekerja seks komersial (PSK) satu orang, lain-lain termasuk promotion sales girl (PSG) 18 orang.

17 Wilayah

Sementara itu, persebaran penderitanya terdapat di 17 dari 25 wilayah kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Yakni Kecamatan Paranggupito, Giriwoyo, Tirtomoyo, Selogiri, Giritontro, Manyaran, Baturetno, Wuryantoro, Puhpelem,Jatipurno, Girimarto, Jatisrono, Jatiroto, Ngadirojo, Sidoharjo, Nguntoronadi dan Wonogiri Kota.

Peta wilayah persebarasan penderita yang masih hidup, terdapat di delapan kecamatan. Terdiri atas Kecamatan Jatisrono, Jatiroto, Jatipurno, Tirtomoyo, Ngadirojo, Nguntoronadi, Wuryantoro dan Selogiri. Penderita tertular ketika merantau ke kota besar.

Seperti pada penderita asal Kecamatan Girimarto yang dulu meninggal misalnya, dia adalah penjual bakso yang sukses merantau ke Jakarta. Tapi karena terlilit pergaulan yang tidak benar, dia tertular HIV/AIDS diduga dari media jarum suntik yang dipakai bergantian ketika mengonsumsi narkotika.

Kemudian seorang ibu dengan empat anak yang sekarang hamil, saat ini pulang dari Surabaya ke Wonogiri, setelah ditinggal mati suaminya. Diduga dia tertular dari suaminya.
( Bambang Purnomo / CN26 / JBSM )

sumber: suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4144