Razia Prostitusi Akan Dilakukan Berkelanjutan
Tanggal: Thursday, 26 May 2011
Topik: Narkoba


RANTAUPRAPAT (Berita), 25 Mei 2011

Razia dan penertiban terhadap lokasi yang diduga tempat prostitusi dan transaksi miras dan narkoba akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Demikian penegasan Bupati yang diwakili oleh Asisten Pembangunan Setdakab Labuhanbatu Drs Edi Sampurna Rambe M.Si, ketika menerima 32 orang yang terjaring dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang berlangsung di aula Dinas Kesbang Linmas, Minggu (22/5).

Edi Sampurna mengatakan, kegiatan yang melanggar norma-norma agama dan perundang-undangan yang berlaku akan terus dilakukan penindakan secara tegas. Khusus yang terjaring dalam operasi Pekat kali ini, kata Edi Sampurna, Pemkab Labuhanbatu akan melakukan pendataan. Apabila dalam 3 kali operasi terjaring orang yang sama, maka Pemkab Labuhanbatu akan mengirim yang bersangkutan ke panti rehabilitasi untuk dilakukan pembinaan.

Menyangkut payung hukum razia tersebut, Edi Sampurna menjelaskan, bahwa operasi tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemkab dengan Polres Labuhanbatu yang dilandasi dengan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 32 Tahun 2008 tentang prostitusi, gelandangan dan pengemis.

Pada kesempatan itu Edi Sampurna meminta kepada semua pihak khususnya pemilik hotel, kafe dan penginapan agar tidak memberikan ruang bagi pengunjung untuk melakukan tindakan yang melanggar norma agama dan hukum.

Kaban Kesbang Pol Linmas Drs Hasnul Basri mengatakan, razia tersebut berhasil menjaring pasangan bukan suami istri dalam kamar hotel Garuda sebanyak 2 orang, Gotong Royong sebanyak 11 orang dan Hotel Murni sebanyak 19 orang.

Kegiatan razia ini, kata Hasnul, merupakan jawaban yang kita berikan kepada masyarakat yang mengeluhkan banyaknya penginapan di kota Rantauprapat yang ditengarai sebagai tempat terjadinya transaksi prostitusi, narkoba dan miras.

Oleh sebab itu, katanya, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Satpol PP dan Polres Labuhanbatu agar razia seperti ini dapat terus kita lakukan secara berkesinambungan yang tujuan akhirnya adalah menghapus tempat-tempat maksiat sehingga kota Rantauprapat yang dikenal sebagai kota yang religi benar-benar terwujud.

Pada kesempatan itu juga dilakukan ceramah tentang bahaya Narkoba dan Aids yang disampaikan oleh Dr Yeva Enrice Yusuf dari Komisi Penanggulangan HIV Aids (KPA) Labuhanbatu. Dr Yeva menjelaskan, bahwa yang paling rentan tertular HIV Aids adalah mereka yang sering berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan sex.

Sementara Ustadz Muhammad Ridwan Hasibuan dalam ceramahnya mengatakan, berzina merukan perbuatan yang dikategorikan sebagai dosa besar. Bagi yang telah bersuami dan beristri, kata Ustad Ridwan Hasibuan, perbuatan yang dilakukan diluar nikah ini tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga akan membawa penderitaan bagi anak dan istri kita. (nana)

Sumber: beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4148