Angka HIV/AIDS di Rembang Menghawatirkan
Tanggal: Friday, 27 May 2011
Topik: HIV/AIDS


Suara Merdeka, 25 Mei 2011

Terus melonjaknya angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Rembang sudah mulai menghawatirkan. Dari hanya 33 orang pengidap HIV/AIDS yang tercatat pada Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Rembang, jumlahnya kini terus meroket hingga menyentuh 63 orang penderita.

Dari jumlah itu, 34 orang diantaranya kini sudah tinggal nama, alias meninggal. "Peningkatan pengidap HIV tahun ini sangat tajam dan sudah sampai taraf menghawatirkan," terang Hamzah Fatoni, Ketua KPAD Rembang, Rabu (25/5)

Ia mencontohkan, terungkapnya dua pasien RSU dr R Seotrasno mengidap virus yang menyerang sistim kekebalan itu, dipastikan membawa efek domino temuan serangan HIV baru.

Terbukti, selang sehari, dua warga kabupaten itu kembali diketahui mengidap HIV. Itu pun belum semua keluarga pengidap HIV baru itu diperiksa.

Hamzah meyakini di luar angka itu, jumlah pasien pengidap HIV bisa terus bertambah. Selain tak menyadari serangan virus, kemauan warga dengan risiko tinggi penularan HIV untuk memeriksakan dirinya masih sangat rendah.

"Bisa jadi akan lebih banyak lagi jumlahnya, mengingat lokasi Rembang yang berada di Jalur Pantura. Ingat, beberapa pengidap HIV bekerja sebagai sopir truk atau bus," jelasnya.

Pihaknya memastikan langkah medis darurat terhadap penderita HIV/AIDS terus dilakukan. Seluruh biaya perawatan dan obat-obatan pendereta HIV sepenuhnya ditanggung Pemerintah, sesuai mekanisme pelayanan kesehatan yang ada.

Selain pengobatan, pihaknya mendorong dinas terkait untuk secara intensif melakukan konseling bagi para penderita, maupun keluarganya. Dengan pemahaman yang cukup, kemungkinan penularan virus ke orang lain bisa ditekan.

"Yang penting masyarakat jangan mengucilkan mereka dan terus menyemangati agar mereka tetap mempunyai harapan untuk hidup," ujarnya. (Saiful Annas/CN33/JBSM )

Sumber :
suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4153