Ibu Hamil Suspect HIV/AIDS Dapat Layanan Jampersal
Tanggal: Tuesday, 31 May 2011
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 31 Mei 2011

Ibu hamil yang terinfeksi HIV/AIDS mendapat layanan program Jaminan Persalinan (Jampersal) gratis. Hal ini untuk mencegah dan mengurangi angka kematian ibu saat melahirkan dan juga angka kematian bayi. “Jampersal sangat berimbas dengan program HIV/AIDS. Semakin banyak progam yang mendukung diharapkan ibunya sehat, anaknya sehat dan penyakitnya berkurng,” ucap Manager Project Global Fund Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Andi Ilham Lubis, kepada wartawan, kemarin.

Beberapa target MDGS adalah, mengurangi angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu dan mengurangi penyakit HIV, Tuberculosis, Malaria dan penyakit infeksi lainnya. Menurutnya, jampersal merupakan proyek yang sangat mendukung program HIV untuk mengurangi angka kematian ibu dan mengurangi resiko anak tertular infeksi HIV dari ibunya. Ibu hamil yang ternfeksi HIV tidak ada perbedaan dalam hal pelayanan jampersal. Bahkan, gratis mendapatkan pelayanan VCT dan PMTCT.

“Ketika ada ibu hamil yang terinfeksi HIV, ia masuk melalui pelayanan VCT dan begitu mau melahirkan harus periksa CD4 supaya diketahui berapa kadar CD4nya, kalau dibawah 350 harus minum ARV. Setelah itu mengikuti program PMTCt dan saat melahirkan melalui operasi sesar untuk kurangi resiko tertularnya infeksi HIV pada anak,” paparnya.

Sepanjang 2011 ucapnya, ada sekitar 57 ibu yang terinfeksi HIV, satu diantaranya meninggal karena AIDS. Untuk itu, dalam rangka mencapai program tersebut harus ada kerjasama antara rumah sakit provider dengan Dinas Kesehatan daerah setempat.

“Dalam program jampersal, ada minimal empat kali pemeriksaan kehamilan, kalau ibu hamil terinfeksi HIV AIDS boleh lebih dari empat kali, tapi itu termasuk program HIV. Dari dulu juga pelayanan untuk orang terinfeksi HIV apalagi ibu hamil gratis,” ujarnya.

Kepala Bidang Pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut, Agustama menambahkan, program jaminan persalinan gratis berlaku untuk semua ibu hamil baik normal dan ibu hamil yang terinfeksi HIV AIDS.

“Tidak ada perbedaan, berlaku bagi semua ibu hamil termasuk ibu yang terinfeksi HIV AIDS. Tekhnisnya tetap mendapat pelayanan dari program HIV, sedangkan saat dan pasca persalinan ditangani pada program jampersal,” ungkapnya. (don)

Sumber :
beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4161