PENYAKIT MENULAR : Tiga Pasien HIV/AIDS di RSUD Lambar Meninggal
Tanggal: Tuesday, 07 June 2011
Topik: HIV/AIDS


Lampung post, 01 Juni 2011

LIWA : Tiga pengidap HIV/AIDS yang dirawat di RSUD Liwa sejak awal Mei lalu meninggal dunia. Kepala RSUD Liwa Herlina, Selasa (31-5), menjelaskan ketiga pasien pengidap penyakit yang menyebabkan kehilangan kekebalan tubuh itu, satu di antaranya balita laki-laki asal Bengkunat. Balita itu meninggal dunia lebih dulu

Sementara, dua pasien lainnya adalah pasien dewasa dari Sukau dan Krui. Bahkan, satu di antaranya meninggal dunia beberapa hari setelah meninggalnya pasien balita. Sementara pasien asal Sukau meninggal Minggu lalu.

Soal identitas ketiga pasien HIV yang meninggal itu, kata dia, pihaknya tidak dapat menjelaskan karena ada aturan yang melarang untuk memublikasikan pengidap HIV.

"Yang jelas ketiga pengidap HIV meninggal karena memang kondisinya parah dan sulit diatasi," kata Herlina.

Selain itu, kata dia, saat penempatan ruangan perawatan bagi tiga pasien penderita HIV itu juga tidak dipisah dengan pasien lain yang bukan pengidap HIV.

Hal ini disebabkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien diberlakukan sama dengan pasien lain. Selain itu, HIV juga tidak akan menular kepada orang lain kecuali melalui hubungan badan atau melalui darah.

Saat diberitakan Lampung Post, Senin (9-5), Sekretaris RSUD Liwa Paijo menjelaskan dua pasien dewasa yang dinyatakan positif HIV/AIDS itu merupakan penduduk Lambar. Tapi, keduanya tertular bukan dari Lambar, melainkan saat keduanya bepergian. "Mereka dirawat sejak empat hari lalu," kata dia, Minggu (8-5).

Sementara, balita yang juga mengidap HIV/AIDS diperkirakan tertular dari ibunya. Ibunya meninggal lebih dulu. Sedangkan hasil pemeriksaan terhadap ayah balita negatif. "Balita itu sudah dirawat sejak seminggu lalu," kata Paijo. (ELI/R-2)

Sumber: www.lampungpost.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4166