McCain Bertemu Suu Kyi
Tanggal: Tuesday, 07 June 2011
Topik: Narkoba


Harian Analisa, 02 Juni 2011

Senator AS John McCain (tengah) menerima bunga mawar kuning dari anak-anak yang mengidap virus HIV saat berkunjung ke pusat penampungan bagi pasien AIDS yang dikelola Phyu Phyu Thin, aktivis ternama AIDS di Myanmar (kiri depan), Kamis (2/6).

Senator AS John McCain bertemu pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi, Kamis (2/6), disela-sela kunjungan yang disusun untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah baru yang didukung militer dan oposisi. Kunjungan anggota senior Partai Republik itu diakukan saat Presiden Barack Obama, yang mengalahkan McCain dalam pemilihan presiden 2008, mengupayakan keterlibatan lebih besar AS dengan militer yang mendominasi bangsa itu.

McCain sebelumnya bertemu dengan Wakil Presiden Myamnar Tin Aung Myint Oo dan Menteri Luar Negeri Wunna Maung Lwin di ibu kota Naypyidaw, menurut media pemerintah.

Mereka saling "bertukar pandangan tentang hubungan bilateral dan kerja sama antara kedua negara," menurut laporan New Light of Myanmar.

Kamis McCain mengadakan pembicaraan di Yangon dengan Suu Kyi, yang dibebaskan dari tahanan rumah pada November, tak lama setelah junta melakukan pemilu pertama dalam 20 tahun.

Pemilihan umum, yang dimenangkan oleh wakil politik militer itu, dinodai dengan keluhan kecurangan dan intimidasi.

Partai Suu Kyi dibubarkan oleh junta militer karena memboikot pemilu dan kini tidak memiliki suara lagi di parlemen baru.

McCain juga bertemu Khin Maung Swe, pemimpin Kekuatan Nasional Demokrat, yang dibentuk oleh sekelompok mantan anggota partai Suu Kyi yang memisahkan diri untuk mencari jalan dalam pemungutan suara bulan November dan memenangkan beberapa kursi di parlemen.

"Kami membahas isu-isu panas di sini seperti sanksi dan amnesti (tawanan)," kata Khin Maung Swe kepada AFP.

Pembicaraan McCain ini menyusul kunjungan bulan lalu oleh diplomat senior AS Joseph Yun, yang menyerukan tindakan "penuh makna, langkah konkret" menuju demokrasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan pembebasan tahanan politik di negara itu.

Ini merupakan pertemuan tingkat tinggi ke dua antara sejak serah terima kekuasaan kepada pemerintah baru. (Ant/AFP)

Sumber: www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4169