Rakyat Kanada Perlu ''Waspada'' Lagi terhadap Ancaman HIV-AIDS
Tanggal: Tuesday, 07 June 2011
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 05 Juni 2011

SETIAP delapan jam, seorang warga Kanada terjangkiti virus HIV. Hal ini diketahui dalam sebuah penelitian yang dilakukan belum lama ini.

Memperingati "ulang tahun ke-30 diagnosis pertama AIDS pada 5 Juni, 2011," Yayasan Riset AIDS Kanada (CANFAR) bermitra dengan Pusat Riset Sosial (SRC) di Dalla Lana School of Public Health dan perusahaan polling nasional Strategic Counsel dalam studi itu untuk mengukur pengetahuan rakyat Kanada dan persepsi mereka soal keadaan HIV dan AIDS di Kanada.

Studi itu menemukan, kebanyakan rakyat Kanada (93 persen) yakin mereka tahu tentang HIV dan AIDS namun hanya separuh dari mereka yang disurvei menganggap kondom sangat "efektif" dalam mengurangi penyebaran HIV.

CANFAR adalah satu-satunya yayasan kemanusiaan independen yang didirikan khusus untuk mengeliminasi HIV dan AIDS melalui riset. Riset yang didanai CANFAR berada di barisan terdepan dari sejumlah "terobosan riset, termasuk penemuan suatu komponen penting pengobatan yang membuat banyak pengidap HIV masih bertahan hidup dewasa ini.

Penelitian tadi mengindikasikan bahwa kalau rakyat Kanada yang punya dua atau lebih mitra seksual dalam tahun terakhir berpeluang lebih besar daripada orang yang cuma punya satu pasangan untuk memakai kondom kali terakhir mereka melakukan hubungan intim, mayoritas -- hampir enam dalam 10 (57 persen) dari mereka yang punya dua atau lebih mitra masih mengakui bahwa mereka tak memakai kondom terakhir kali mereka berhubungan badan.

Prilaku

"Itu jelas bahwa sikap masyarakat Kanada telah bergeser dalam 30 tahun terakhir, tapi ini tak mesti mempengaruhi prilaku," ujar Christopher Bunting, ketua CANFAR.

"Saya nilai hal itu mengejutkan sehingga begitu banyak orang tak memakai kondom untuk mengurangi penularan HIV. Ini kritis karena kita sebagai bangsa memahami kegawatan epidemi itu dan terlibat dalam perang melawan AIDS."

Public Health Agency of Canada mengindikasikan jumlah pengidap HIV di Kanada naik 14 persen dari 2005 hingga 2008, namun studi itu menunjukkan hanya 17 persen dari orang-orang Kanada yang terbukti mengidap HIV dan AIDS dites dengan tujuan mengetahui apakah mereka terinfeksi.

Berbagai studi menunjukkan kondom 80 persen efektif dalam mengurangi penularan HIV melalui hubungan intim di antara warga heteroseksual.

"Saya agak terkejut karena hanya 50 persen dari rakyat Kanada menilai kondom sebagai sangat efektif dan bahwa penggunaan kondom di antara orang-orang dengan banyak mitra intim ternyata begitu rendah," singkap Profesor Liviana Calzavara, direktur CIHR Social Research Centre dalam Penyegahan HIV di Dalla Lana School of Public Health, University of Toronto.

Konsen

Rakyat Kanada menilai ancaman HIV dan AIDS sebagai konsen kesehatan serius di negara itu, namun "hanya delapan persen dari rakyat telah mendonasikan uang kepada organisasi terkait HIV dan AIDS dalam setahun terakhir.

Dengan kalangan orang dewasa muda tercatat hampir 24 persen dari semua pengidap HIV dan AIDS dalam 2007, pendidikan bagi orang muda telah menjadi suatu prioritas bagi CANFAR.

Terakhir kali Duta Pemuda CANFAR dan pemenang piala Juno, artis rekaman Keshia Chante melakukan perjalanan ke Kenya bersama sekelompok siswa SMU untuk melihat langsung dampak riset yang didanai CANFAR terhadap negara-negara berkembang. (rm/bh)

Sumber: www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4176