Banyak Perantau Terjangkit HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 07 June 2011
Topik: HIV/AIDS


Suara Merdeka, 06 Juni 2011

MUNGKID-Di Kabupaten Magelang penderita HIV/AIDS didominasi warga yang bekerja merantau ke luar daerah. Khususnya bagi mereka yang bekerja di wilayah Jawa.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Budi Suprastoto mengatakan, penderita HIV/AIDS sejak 2007 hingga pertengahan tahun ini sebanyak 21 orang. Mereka sudah dinyatakan positif terjangkit virus yang mematikan itu.

Dari jumlah itu, lanjut dia, hampir 75 persen merupakan warga yang kesehariannya bekerja di luar Kabupaten Magelang. ''Mereka itu terdeteksi setelah pulang kampung dan melakukan pemeriksaan,'' katanya, kemarin. Hingga Mei 2011 ini, kata dia, ada dua orang di Kabupaten Magelang yang terinfeksi penyakit yang belum ada obatnya tersebut.

Sedangkan angka tertinggi yang tercatat dalam dinas terjadi pada tahun 2009 lalu, dengan jumlah penderita sebanyak 6 orang. Sementara untuk tahun 2010 jumlah penderita menurun menjadi 3 orang yang terinfeksi virus tersebut. ''Trennya setiap tahunnya cenderung turun, ini sangat positif. Kami juga akan terus melakukan sosialisasi bahayanya penyakit ini kepada masyarakat agar terus bisa ditekan angka kasusnya,'' ujarnya.

Para penderita HIV dan AIDS, lanjut dia, yang tercatat di Dinkes merupakan mereka yang merantau ke berbagai wilayan. Antara lain Cilacap, Semarang, Jakarta, dan Jogja. Perantau yang terinfeksi terdiri atas berbagai macam profesi mulai pembantu rumah tangga, buruh bangunan, hingga staf perkantoran.

Usia Produktif

''Penderita masih tetap didominasi mereka yang sudah dalam usia produktif antara 30 sampai 35 tahun,'' tambahnya. Sampai sekarang, kata dia, dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang, penderita yang positif terinfeksi berasal dari lima kecamatan. Seperti Kecamatan Ngluwar, Mertoyudan, Ngablak, Secang, dan Borobudur. ''Untuk 16 kecamatan lainnya, sampai saat ini berdasarkan catatan kami, belum ada orang yang terinfeksi virus yang mematikan tersebut,'' tambahnya.

Untuk penyebab dominannya, kata dia, sampai sekarang memang masih dialami para perantau yang memiliki perilaku heteroseksual. Hal ini terlihat dengan kecenderungan yang sering berganti-ganti pasangan dalam hubungan seks. ''Mungkin karena tidak memakain alat pelindung jadi lebih rawan tertular virus itu,'' tambahnya.

Sementara itu, untuk wilayah Kota Magelang sendiri dari tahun 2004 hingga 2011 ini cukup banyak. Setidaknya sebanyak 70 orang tercatat positif telah terinfeksi virus HIV dan AIDS. Bahkan enam di antaranya telah meninggal dunia.(pr-28)

Sumber: suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4178