HIV-AIDS Ancam Ibu-ibu
Tanggal: Tuesday, 07 June 2011
Topik: HIV/AIDS


Seputar Indonesia, 7 Juni 2011. SOLO – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solo menerjunkan tim untuk menyisir keberadaan masyarakat terinveksi virus HIV.

Langkah ini dilakukan karena jumlah penderita dari kalangan nonpolulasi kunci cukup tinggi. KPA Kota Solo mencatat, 144 ibu rumah tangga terinveksi HIV-AIDS. Angka tersebut menunjukkan kalangan nonpopulasi kunci pengidap HIVAIDS mempunyai potensi terinveksi virus tersebut. “Ini adalah laporan dari klinik di Solo terkait pengidap HIV nonpopulasi kunci. Justru hal tersebut membuka mata kami bahwa penularannya luas dan mereka perlu pendampingan,” kata Programmer Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo Tomy Prawoto kemarin.

Dia menduga kalangan ibu rumah tangga tertular virus tersebut melalui hubungan intim dengan suami yang mengidap HIV-AIDS. Kondisi ini membuktikan bahwa sosialisasi pencegahan HIV-AIDS belum banyak diterapkan oleh penderitanya. Seharusnya pengidap HIV-AIDS menghindari aktivitas-aktivitas rentan penularan. Bisa jadi pengidap penyakit tersebut tidak mengetahui bahwa tubuhnya terinveksi virus HIV dan secara tidak sengaja menularkannya ke orang lain. “Kalangan ini tidak diperhitungkan, tapi ternyata ada. Mereka tertular diduga oleh high risk maker,misalnya suami yang menjadi konsumen PSK,” katanya seusai sosialisasi program HIV AIDS di Balai Tawangarum Kompleks Balai Kota Solo,kemarin.

Kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Solo,KPA menawarkan kerja sama penanggulangan HIV-AIDS dalam hal pendataan riil. Sejauh ini data pengidap HIV-AIDS berasal dari LSM pegiatnya dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo. Objek LSM tersebut dari kalangan waria, PSK, IDU’s (Injecting Drug User), gay, dan lesbian yang semuanya tergolong populasi kunci. Munculnya penderita nonpopulasi kunci itu perlu ditindaklanjuti. Mereka harus mendapatkan pendampingan supaya memeriksakan diri secara rutin dan menghindari aktivitas rentan penularan.

Oleh karena itu,KPA Kota Solo menerjunkan tim di tingkat lingkungan untuk mendeteksi keberadaan pengidap maupun kalangan rentan HIV-AIDS. “Istilahnya warga peduli AIDS disingkat WPA. Mereka dilatih oleh KPA tingkat provinsi sebelum menjadi fasilitator di masyarakat,”kata Sekretaris KPA Kota Solo Harsoyo Supodo.

Sumber: Seputar-indonesia




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4186