www.jurnalbogor.com
">


Mitos HIV Melegenda
Tanggal: Sunday, 12 June 2011
Topik: HIV/AIDS


Jurnal Bogor, 07 Juni 2011

1. Mengidap HIV berarti menderita AIDS
Mungkin ini adalah mitos paling populer. Banyak orang menganggap terinfeksi HIV berarti menderita AIDS. Dengan pengobatan tepat, Anda bisa mengidap HIV selama bertahun-tahun, tetapi tidak berkembang menjadi AIDS.

2. HIV dapat menular melalui kontak biasa
Faktanya, seseorang tidak akan tertular atau menyebarkan HIV hanya dengan memeluk orang lain, memakai handuk, atau memakai alat makan yang sama. HIV menyebar melalui perilaku seks tidak aman, memakai jarum suntik bersama, atau menato tubuh dengan alat tidak steril.

3. Pengidap HIV berumur pendek
 Setiap pengidap HIV akan mengalami hal berbeda-beda. Beberapa pasien mungkin n sampai pada tahap AIDS hanya dalam beberapa bulan saja karena virus HIV dengan cepat melemahkan sistem kekebalan tubuhnya. Namun, adapula pasien yang bisa bertahan selama bertahun-tahun walau tubuhnya mengidap HIV. Jadi, mereka mempunyai harapan hidup sama asal berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi medis.

4. Anda tahu positif HIV karena merasakan gejala Beberapa pasien tidak menunjukkan gejala apa pun setelah bertahun-tahun terinfeksi HIV. Namun, sebagian lagi mengalami gejala hanya dalam kurun waktu 10 hari hingga beberapa pekan setelah terinfeksi. Gejala yang muncul pertama kali mirip flu disertai demam, kelelahan, ruam, dan sakit tenggorokan. Satu-satunya cara memastikan apakah Anda terinfeksi HIV adalah menjalani tes atau screening.

5. HIV dapat disembuhkan
Hingga saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan HIV. Pengobatan hanya sebatas untuk menjaga agar kadar virus tetap rendah dan membantu mempertahankan sistem kekebalan tubuh.

6. Nyamuk dapat menularkan HIV
 Nyamuk tidak memasukkan darah orang lain ke dalam tubuh orang baru yang mereka gigit. Namun, nyamuk menyuntikkan air liur ke dalam korban-korbannya, yang mungkin membawa penyakit seperti malaria, demam berdarah. HIV tidak berkembang biak pada tubuh serangga, sehingga virus tidak bertahan cukup lama dalam tubuh nyamuk untuk ditransmisikan melalui air liur.

Sumber: www.jurnalbogor.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4191