Jabar Susun Perda Pencegahan HIV dan AIDS
Tanggal: Sunday, 12 June 2011
Topik: HIV/AIDS


detikBandung, 07 Juni 2011

Bandung
- Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jabar Uche Sastradipoera mengatakan program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Jabar diharapkan lebih efektif dengan disusunnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV & AIDS.

"Perda ini sangat penting karena nantinya akan menjadi acuan bagi kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah HIV & AIDS di Jabar. Apalagi laju kasus HIV dan AIDS di Jabar termasuk yang tertinggi di Indonesia,” ungkap Uche dalam siaran pers yang diterima detikbandung, Selasa (7/6/2011).

Dinas Kesehatan Jabar mencatat sejak 1989 hingga Desember 2010, secara kumulatif terdapat 5.680 kasus HIV-AIDS di Jabar (2.168 HIV positif dan 3.512 AIDS). "Kasus terbanyak disebabkan penggunaan jarum suntik tidak steril di kalangan pengguna napza suntik, yang mencapai hampir 67 persen dari keseluruhan kasus," jelasnya.

Menurut Uche, rancangan Perda HIV & AIDS di Jabar sebenarnya berasal dari inisiatif DPRD Jabar beberapa tahun lalu. Selanjutnya, Pemprov Jabar mengambil beberapa langkah mengkajinya sebelum membahas bersama DPRD.

Ia menambahkan, penyusunan Perda HIV dan AIDS di Jabar diharapkan selesai pada awal 2012. Saat ini, kata dia, pihaknya sedang melakukan beberapa kajian sebelum memasuki tahap program legislasi daerah (Prolegda) yaitu pembahasan dengan DPRD.

Selain Perda yang sedang disusun, Jabar telah memiliki Peraturan Gubernur (Pergub) No.78/2011 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS dan Rencana Strategis Penanggulangan HIV dan AIDS Provinsi Jabar 2009-2013.

Aktivis dari LSM InfoKespro, Syaiful Harahap, menyatakan dari 47 Perda tentang HIV & AIDS di Indonesia, tidak ada satu pasal pun dalam perda-perda itu yang memberikan cara pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS yang konkret. Termasuk juga di 5 kabupaten dan kota di Jabar yang telah memiliki Perda HIV & AIDS, yakni Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, Kota Tasikmalaya, Kota Bekasi, dan Kota Cirebon.

"Kami berharap Perda HIV dan AIDS di Jabar nantinya disusun dengan memerhatikan fakta medis, bukan semata-mata fakta moral. Sehingga, pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS dapat dilakukan dengan efektif," ujar Syaiful dalam rilis yang sama.

Sumber: bandung.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4192