KTT PBB Tetapkan Target Pengobatan bagi Penderita AIDS
Tanggal: Sunday, 12 June 2011
Topik: Narkoba


Harian Analisa, 08 Juni 2011

SEBUAH pertemuan puncak AIDS PBB mulai Rabu (8/6) ini mesti menentukan angka-angka penting mengenai seberapa banyak orang yang akan menerima pengobatan khusus untuk meredam penyakit itu yang telah membunuh hampir 30 juta orang dalam tiga dekade terakhir.

Dan saat 30 kepala negara dan pemerintahan bertemu di markas besar PBB negara-negara penyandang dana penting membahas berapa banyak orang yang berhak mendapatkan obat-obatan dan terapi-terapi yang menurut hasil riset baru meredam penyebaran AIDS.

Presiden Goodluck Jonathan dari Nigeria, Paul Kagame dari Rwandan dan Ali Bongo dari Gabon, ketua DK PBB untuk bulan Juni, akan termasuk di antara para pemimpin yang menghadiri pertemuan puncak tiga hari tersebut.

Kelompok kedokteran Medicins Sans Frontieres (MSF - Dokter Tanpa Perbatasan) telah menyerukan pertemuan puncak itu agar menempatkan sembilan juta dalam pengobatan AIDS selama kurun empat tahun ke depan menghadapi "oposisi kuat dari sejumlah panyandang dana penting."

Terdapat sekira 34 juta orang yang mengidap AIDS dan lebih sembilan juta penderita belum mendapatkan pengobatan, menurut data statistik PBB. Sekira 6,6 juta orang mendapatkan obat sedangkan selebihnya tak mengetahui jika mereka menderita AIDS.

Berbagai negosiasi soal angka itu, yang bisa mengubah biaya sampai ratusan juta dolar, terus bermunculan hingga dimulai KTT tersebut, ujar para diplomat.

"Dunia membutuhkan target pengobatan HIV/AIDS yang ambisius dengan rencana mewujudkan langkah tadi -- karena tidak akan berarti apapun jika negara-negara tak berkenan menyediakan dana dan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mematahkan tulang belakang epidemi tersebut," tegas penasehat kebijakan AIDS MSF Sharonann Lynch.

Pendanaan perang global melawan AIDS naik jadi 15,9 miliar dolar setahun pada 2009 namun sejak itu telah turun setelah terjadi krisis keuangan internasional.

Tambahan

Namun UNAIDS, badan PBB yang mengordinasikan aksi untuk menghentikan penyebaran penyakit itu, menyatakan bahwa dana tambahan enam miliar dolar setahun dapat menyegah tujuh juta kematian pada 2020.

Uang itu dapat dipergunakan menyediakan obat-obatan yang akan menurunkan angka infeksi baru tahunan dari 2,5 juta pada 2009 jadi sejuta pada 2015.

Direktur eksekutif UNAIDS Michel Sidibe mengemukakan bahwa obat-obatan anti-AIDS telah menjadi "pengubah permainan" dalam perang kesehatan.

Namun berbagai kelompok kesehatan mengatakan para pemerintah di dunia mesti mengambil tindakan baru untuk menekan biaya obat-obatan.

MSF mengatakan kombinasi obat baru untuk melawan AIDS bisa menelan biaya 50 kali lipat dari generasi pertama campuran obat-obatan yang digunakan melawan penyakit tersebut.

Dan kini mengingat begitu banyak penderita bisa bertahan lebih lama, cost itu kini meroket.

"Sepuluh tahun lalu, para pasien kami datang ke klinik-klinik dibawa pakai kereta sorong acap sudah dekat maut karena pengobatan tak terjangkau," ujar Tito von Schoen-Angerer, yang bekerja di pusat pengobatan AIDS pertema MSF di Thailand.

"Berkat obat-obatan generik yang terjangkau orang kami melihat pengobatan telah mengubah kehidupan," imbuhnya.

Sebagian besar pemimpin di pertemuan puncak itu akan berasal dari Afrika dan negara-negara miskin lain yang masih memikul beban epidemi AIDS.

Tigapuluh tahun setelah para ahli epidemiologi AS menggambarkan kasus lima pria homoseksual muda yang sistem kekebalan tubuh mereka telah hancur, 7.000 orang sehari masih terinfeksi penyakit tersebut. (afp/bh)

Sumber: www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4199