PBB: AIDS Berakhir Tahun 2020
Tanggal: Sunday, 12 June 2011
Topik: Narkoba


SURYA Online, 09 Juni 2011

NEW YORK - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon meminta ada aksi global untuk mengakhiri penyakit AIDS di tahun 2020.

“Itu tujuan kita, tidak ada lagi infeksi baru, stigmatisasi dan kematian akibat AIDS,” kata Ban saat membuka konferensi AIDS di New York.

Pertemuan tiga hari ini juga sekaligus memperingati 30 tahun penemuan virus HIV yang bisa menyebabkan AIDS.

Saat ini, 34 juta orang terpapar HIV tetapi hanya setengahnya yang menyadari kalau mereka memiliki AIDS.

30 tahun HIV/AIDS

* 5 Juni 1981: CDC mengumumkan adanya virus baru yang mematikan * 1982: Terminologi AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) pertama kali dipakai * 1984: Virus itu dinamai HIV * 1985: Rock Hudson meninggal akibat AIDS. Ryan White seorang remaja yang terinfeksi AIDS akibat perawatan hemofilia dikeluarkan dari sekolah * 1987: First showing of Aids Memorial Quilt on National Mall in Washington DC * 1991: Pita merah pertama kali dikenakan oleh Jeremy Irons dan pebasket NBA Magic Johnson terinfeksi HIV * 1993: Film Philadelphia, yang bercerita soal penderita AIDS berhasil meraih dua Oscar * 2000: Angka infeksi di AS diantara warga Afrika Amerika meningkat ketimbang kalangan homoseksual * 2011: Angka kematian mencapai 22 juta dari 60 juta yang terinfeksi

”Hari ini, kita berkumpul untuk mengakhiri AIDS,”

”Jika kita melihat sejarah AIDS maka kita harus tegas. Itu berarti termasuk menghadapi isu sensitif seperti hubungan sesama jenis, pengguna narkoba dan pelacuran,” tegas Sekjen PBB.

Ban juga meminta komunitas global untuk bersama menciptakan solidaritas global dalam menghadapi AIDS.

Kekurangan dana

Pertemuan yang diikuti 30 presiden dan kepala pemerintahan ini juga digunakan sejumlah pemimpin Afrika untuk mengungkapkan kesulitan dana dalam penanggulangan AIDS.

”Pendanaan merupakan kunci sukses dalam penangulangan AIDS,” kata Presiden Nigeria Jonathan Goodluck, yang negaranya berada di peringkat kedua pengidap AIDS terbesar di dunia setelah Afrika Selatan.

Presiden Gabon Ali Bongo Ondimba mengatakan sumber daya yang tersedia di Afrika ‘’sangat terbatas mengingat penyebaran AIDS yang meluas di kawasan Afrika”.

Lebih dari 9 juta orang belum mendapatkan pengobatan retroviral dan diperkirakan 1,8 juta orang meninggal akibat AIDS.

Sumber: www.surya.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4202