Aktivis Tolak Upaya Jepang Monopoli Obat HIV/AIDS
Tanggal: Sunday, 12 June 2011
Topik: HIV/AIDS


detikNews, 10 Juni 2011

Jakarta - Belasan aktivis melakukan aksi damai di depan Kedubes Jepang. Mereka mendesak negeri matahari terbit itu membatalkan upaya monopoli obat HIV/AIDS, ARV generik.

Aktivis yang tergabung dalam Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) beralasan, atas nama kemanusiaan, tidak boleh satu negara pun memonopoli akses kesehatan atas nama Hak Kekayaan Intelektuan (HAKI).

"Dengan segala kebijakan monopolinya, Jepang akan menjadi sebuah ancaman bagi penanggulangan AIDS untuk jutaan orang terinfeksi HIV di dunia yang membutuhkan obat-obatan ARV generik. Padahal dalam penjanjian internasional, HAKI mengandung fleksibilitas yang dapat memfasilitasi peningkatan akses untuk produk farmasi oleh negara-negara berkembang," kata Jothi dalam release yang diedarkan di sela-sela aksi damai di Kedubes Jepang, Jl Thamrin, Jakarta, Jumat (10/6/2011).

Saat ini upaya Jepang memnopoli obat HIV/AIDS sedang berlangsung di High Level Meeting (HLM) PBB terkait masalah HIV dan AIDS di New York, 8-10 Juni 2011. Dalam pertemuan itu, Jepang bersama AS dan Uni Eropa sedang bernegoisasi soal hak ekslusif obat HIV/AIDS.

Bila terjadi kesepakatan monopoli, kata Jothi, harga obat akan melambung dan jutaan pasien HIV/AIDS terancam tidak bisa mengkonsumsi obat yang saat ini masih dibebaskan dari paten (generik).

"Saat ini obat-obatan ARV generik bagi orang terinfeksi HIV masih begitu murah hanya sekitar US$ 70/orang/tahun namun jika UE, AS dan Jepang tetap bersikeras memonopoli, maka obat ARV akan melambung tinggi hingga ribuan dolar per orang per tahun," tandas Jothi.

Aksi damai yang berlangsung singkat itu berjalan tertib tanpa pengawalan petugas yang mencolok. Pendemo membentangkan spanduk besar bertuliskan penolakan monopoli. Sebagian membawa poster berisi tuntutan serupa, dalam bahasa dan huruf Jepang.

(Ari/mok)

Sumber: www.detiknews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4204