Lebih Banyak Penderita AIDS Belum Terdata
Tanggal: Monday, 13 June 2011
Topik: Narkoba


JPNN.COM, 10 Juni 2011

KENDARI - Hasil survey Lembaga Advokasi HIV-AIDS (LAHA) Sultra, yang menyebutkan bahwa kasus HIV-AIDS di kota Kendari merupakan terbesar di Sultra dengan jumlah 38 kasus, mendapatkan respon dari Ketua Pemberantasan Aids (KPA) Kota Kendari, Musadar Mappasomba. Ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin, (9/6), Wakil walikota Kendari itu mengungkapkan, berdasarkan data survey, memang kota lulo tertinggi kasus tersebut, namun tidak menutup kemungkinan, yang tersembunyi lebih banyak daripada yang muncul dipermukaan.

HIV-AIDS menurut Musadar yang juga wakil walikota Kendari, merupakan fenomena gunung es. Yang muncul dipermukaan bisa saja hanya sebagian kecil dari kasus yang sebenarnya terjadi. Pasalnya, untuk mengorek keterangan tentang hal semacam itu memang tidaklah mudah. Ada penderita yang mungkin belum menyadari jika dirinya sudah terjangkit HIV, atau adapula yang memang menutup diri untuk menyembunyikan apa yang sedang dideritanya.

"Kota Kendari memang tertinggi di Sultra dalam pendataan aksus HIV-AIDS. Tapi, kita tidak tahu kapan yang bersangkutan terjangkit. Karena bisa saja, virus itu diperolehnya di tempat lain, tapi ketika didata, orang itu ada di Kendari," terangnya.

Mengenai tindakan antisipasi, Ketua Kerukunan Pedagang Pasar Kota Kendari itu mengungkapkan pihaknya sudah melakukan beberapa kegiatan, diantaranya penyuluhan di tingkat sekolah. Baik SMP maupun SMA, siswanya diberikan penyegaran terkait bahaya yang ditimbulkan dari tiga penyakit berbahaya, yakni AIDS, narkoba dan seks bebas.

"Kita butuh generasi yang bukan sekedar bebas HIV-AIDS, tapi juga memiliki integritas diri dan norma yang terpuji, karena mereka merupakan generasi penerus dan penyempurna, karya-karya yang ada sebelumnya," jelasnya.

Yang sudah terjangkit virus kata Musadar, pihaknya melakukan upaya-upaya penanganan berupa pengobatan. Namun orang-orang yang bakal terjangkit, itu yang ditakutkan. Selaian pembekalan ilmu agama, hal terpenting yang harus dilakukan untuk mengantisipasi tumbuh suburnya ksus HIV-AIDS kata Musadar bisa dilakukan melalui pendekatan persuasif dalam rumah tangga. Nah, itu peran orang tua dalam pendidikan anak.

Yang sudah terjangkit, tetap diberikan advokasi dan pendampingan. Satu hal yang harus diingat tegas Musadar, virus yang sudah didap seseorang, jangan sampai dijangkitkan ke orang lain.

Ketika disinggung mengenai keberadaan tempat hiburan malam, pasangan Asrun itu mengatakan, terlalu dini jika tingginya kasus HIV di Kendari, dikaitkan dengan hal itu. Namun, ia tetap berharap, seluruh warga Kota Kendari bisa melakukan tindakan antisipasi agar tidak terjangkit virus mematikan itu. (fya/awa/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4209