Razia Hotel, Petugas Temukan Satu Perempuan Penderita HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 13 June 2011
Topik: HIV/AIDS


detikSurabaya, 10 Juni 2011

Surabaya - Untuk menekan angka penderita HIV/AIDS, petugas gabungan dari Satpol PP Kota Mojokerto, Dinas Kesehatan, Denpom V/Brawijaya, Garnisun dan Polresta Mojokerto kembali melakukan razia di hotel-hotel yang ada di kota itu. Hasilnya, dari 48 pasangan yang berhasil diamankan, satu perempuan positif terkena HIV/AIDS.

Razia dilakukan di hotel Slamet, Tegalsari, Nagamas dan Surya ini berhasil mengamankan 48 pasangan. Setelah berhasil mengamankan, para pasangan tersebut langsung dibawa ke Kantor Satpol PP kota Mojokerto di Jalan Bhayangkara untuk didata.

Setelah didata, dari 48 tersebut terdiri dari 26 pasangan suami istri, 22 tidak menikah. Setelah didata, para pasangan tersebut langsung menjalani tes HIV/AIDS yang lakukan oleh Klinik VCT Dinkes Kota Mojokerto.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, satu persatu sampel darah ke 48 pasangan tersebut diperiksa oleh petugas dengan cara mengambil darah menggunakan jarum suntik pada jari tangannya.

"Dari ke 49 orang tersebut, ada satu wanita paruh baya yang positif terkena HIV/AIDS. Dia berasal dari luar Mojokerto dan tentunya identitasnya kami rahasiakan," kata staf klinik VCT Dinkes Kota Mojokerto, Puji Astutik kepada detiksurabaya.com di kantor Satpol PP, Jalan Bhayangkara, Jumat (10/6/2011).

Astutik menjelaskan, sementara untuk wanita manusia lanjut usia (manula) yang terkena razia yang diketahui berumur 72 tahun, tidak akan dites HIV/AIDs. Dikarenakan umurnya yang sudah tua. "Kalau manula kan kemungkinan terkena HIV/AIDs sedikit, karena tidak mungkin bisa menularkan dengan berhubungan intim lagi," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Samsul Hadi mengatakan, dari semua pasangan yang terjaring razia teresbut hanya didata dan dites HIV/AIDs saja. Kebanyakan dari mereka berasal dari Kabupaten Mojokerto, ada juga yang berasal dari Jombang, Gresik dan Sidorajo.

"Yang tidak terbukti bebuat asusila akan kita pulangkan, namun yang terbukti akan kita serahkan kepada kepolisian untuk memprosesnya sesuai hukum," imbuh Samsul kepada wartawan di sela-sela pemeriksaan.

Sebelumnya, pada Selasa (7/6/2011) kemarin, untuk menekan angka penularan HIV/AIDS di Kota Mojokerto, Satpol PP dan Dinas Kesehatan juga melakukan razia gelandangan dan pengemis (gepeng). Hasilnya, 25 gepeng terjaring razia dan langsung dites HIV/AIDs.

(bdh/bdh)

Sumber: surabaya.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4211