Remaja Rawan Tertular HIV-AIDS
Tanggal: Wednesday, 15 June 2011
Topik: HIV/AIDS


Pare Pos, 15 Juni 2011

BACUKIKI BARAT-- Remaja rawan tertular penyakit yang mematikan HIV/AIDS. Itu karena remaja, apalagi yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) pada usia 15 hingga 45 tahun merupakan usia yang peling rentan terhadap virus HIV / AIDS.

Penyakit yang bermula akibat memudarnya nilai moral dan agama dianggap penangkal berbagai penyimpangan. Generasi muda yang ketergantungan narkoba melalui jarum suntik rawan terkena HIV / AIDS cukup besar.

Hal tersebut diungkapkan petugas klinik masalah Infeksi Menular Seks (IMS) Puskesmas Madising Na Mario dr Sukma ketika memberikan materi dampak pencegahan penularan melalui transmisi seksual (PMTS) yang digelar Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Parepare di Hotel Kenari Bukit Indah, Senin 13 Juni, lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah stakeholder dan elemen masyarakat serta difasilitatori warga peduli AIDS Kota Parepare Nilawati Andi Ridha. Kepala Dinas Sosial Kota Parepare, Drs Amir Lolo yang membawakan materi peran pemerintah dalam penanggulangan masalah sosial mengatakan pemerintah seharusnya menjadi garda terdepan dalam menangani HIV/AIDS.

"Organisasi pemerintah adalah sebuah organisasi yang lengkap jenjang dan strukturnya. Mulai dari pusat sampai kabupaten/ kota dan desa. Hal tersebut jelas akan memudahkan koardinasi dan informasi," jelas Amir. Selain itu, kata Amir, pemerintah mempunyai sumber daya manusia dan sumber dana tetap dari APBN atau APBD. Dengan SDM dan pendanaan yang dimiliki, pemerintah dapat mengalokasikan kegiatan dan rencana untuk melakukan upaya pencegahan dan penanganan.

"Pemerintah adalah organisasi yang mempunyai hak dan kekuasaan yang sah untuk melakukan tindakan tertentu. Misalnya, melakukan koordinasi, mengevakuasi atau memindahkan korban, memutuskan sesuatu hal, membebaskan biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit," ujarnya. Amir menambahkan, hal tersebut menjadi kewajiban pemerintah. Sebab pemerintah dipilih dan mengemban amanat langsung dari rakyat untuk melakukan tugas-tugas pelayanan pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat.

Pelaksana Program, Muslimin Latif mengatakan masalah tersebut mesti ada solusi" Kita manghadapai fakta. Yang harus kita lakukan sekarang adalah membentuk pengurus program kerja (Pokja) tersebut," imbau Muslimin.

Muslimin mengungkapkan saat pembentukan pokja PMTS, terpilih menjadi pengurus pokja adalah Ketua, Drs Djunaid MM dan Sekretaris, HM Shodiq. "Tujuan pokja tersebut adalah terciptanya lingkungan kondusif yang sehat dan berkeadilan bagi semua pemangku kepentingan terkait aktifitas transmisi seksual, " tandas Muslimin. (mg2/sar)

Sumber: www.parepos.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4220