Wabup: Penanggulangan AIDS Harus Sinergis
Tanggal: Friday, 17 June 2011
Topik: Narkoba


Suara Surabaya, 15 Juni 2011

Berita tentang kesimpangsiuran data penderita AIDS menjadi bukti penanggulangan penularan penyakit tersebut belum dilakukan secara sinergis. Antara Badan Narkotika Kabupaten dan Dinkes sebagai institusi pemerintah belum ada kesamaan dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Setyo Hartono Wakil Bupati Bojonegoro saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan AIDS di ruang Batik Madrim, Rabui(15/6/2011), mengatakan perbedaan ini bukan hanya terkait dengan masalah tekhnis dalam metode dan sistem pelaporan. Tetapi memerlukan sistem yang sinergi agar pendataan dan penanggulangan AIDS di Bojonegoro lebih akurat.

“Selama ini masalah AIDS hanya ditangani Dinkes. Padahal BNK juga perlu tahu agar dalam sosialisasinya bisa dimasukkan representasi ini, sebab narkoba dengan AIDS juga memiliki korelasi,”tegas Setyo Hartono.

Pria yang juga Ketua BNK Bojonegoro ini melihat pemerintah tidak melakukan upaya yang signifikan. Mereka seringkali terjebak dalam mekanisme birokrasi sehingga tidak bisa langsung melihat kejadian di lapangan.

Pemerintah hanya mengandalkan staf yang tidak seberapa jumlahnya dengan wilayah jangkauan yang sangat luas. Dengan kondisi ini, tentu saja upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia tidak bisa dilakukan dengan baik.

Kesimpangsiuran data tersebut, misalnya, menyebabkan upaya pengobatan bagi Odha (Orang dengan HIV/AIDS) tidak bisa dilakukan secara tepat. Tidak itu saja, AIDS masih menjadi momok di masyarakat sehingga cenderung Odha menutup diri.

Menurut Wabup mereka yang telah terjangkit HIV positif harus segera mendapatkan perhatian serius agar tidak menyebar ke orang lain di sekitarnya. Sementara data di Bojonegoro sampai saat ini tercatat sejak 10 tahun terakhir mencapai 119 orang. Proporsi pria terjangkit 58,56% dan wanita 41,44%, usia mulai 20-39 tahun.(joe/tin)

Sumber: Suara Surabaya




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4226