Penderita Penyakit Seksual Rentan Terkena HIV
Tanggal: Friday, 17 June 2011
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 16 Juni 2011

MEDAN : Tiap 1000 orang yang berhubungan seks dengan yang positif HIV, maka seorang diantaranya akan terkena HIV. Terlebih mereka yang penderita Infeksi Menular Seksual (IMS) sangat rentan terkena penyakit HIV. Sebab penderita IMS merupakan pintu masuk bagi HIV.

Mereka yang mengalami penyakit itu kemungkinan bisa 10 sampai 100 kali lipat peningkatannya untuk terkena HIV,” ucap Kepala Klinik Bestari Dinas Kesehatan Medan, dr Indra Gunawan, Rabu (15/06), di ruang kerjanya.

Untuk menanggulangi atau mengatasi permasalahan HIV ini, papar Dr Indra, pihaknya giat melakukan penyuluhan dan sosialisasi baik secara terpadu maupun terintegrasi seperti mendatangi tempat yang mungkin dijadikan para PSK (Pekerja Seks Komersil atau Wanita Pekerja Seks (WPS) yang ada di pinggiran jalan, cafe dan lainnya. “Kita melakukan pemeriksaan IMS dan HIV melalui klinik VCT sekaligus melakukan pembinaan,” ujar Indra.

Sementara mengenai jumlah kunjungan di klinik bestari, sebutnya, untuk IMS rata-rata kunjungannya 100 orang per bulan. Jumlah ini didapat baik dari mereka yang datang ke klinik maupun yang dikunjungi petugas kesehatan, dan rata-rata 20 orang per bulan yang dilakukan pemeriksaan darahnya. Dari 20 orang ini, 1 sampai 2 orang positip HIV dan mayoritas penderitanya merupakan warga Kota Medan.

Sedangkan faktor resiko yang terbesar yaitu heteroseksual (seks bebas) dan penggunaan narkoba suntik. 75 persennya adalah perempuan yang bekerja sebagai PSK dan ibu rumah tangga. “Jumlah ini masih sama dibandingkan tahun 2010 dan penderitanya belum ada anak-anak,” ujar Indra seraya menambahkan kasus baru yang didapat diketahui penderita setelah mereka diperiksa.

Disamping memberikan pembinaan dan penyuluhan seperti penyakit GS, jamur, dan IMS, sambungnya, pihaknya menyarankan agar PSK mencari kerja yang lain atau ganti profesi dan penderita IMS jangan berhubungan seks lagi.

“Sekarang dengan penyuluhan yang terus menerus, kasus PSK yang mengalami penyakit IMS dan lainnya menurun. Yang sulit dikontrol itu kliennya, ini yang perlu dijangkau kedepannya. Serta target penyuluhan pada IRT,” kata Indra.

Bagi penderita yang positip HIV akan dirujuk ke rumah sakit rujukan. Begitupun, tambah Indra, tidak semua yang dirujuk akan mendapatkan obat ARV. Obat HIV ini diberikan bila CD 4 pasin dibawah 200 atau menurut indikasi medis yang dilihat oleh dokter. “Sepanjang Januari hingga Mei tahun ini ada 6 yang HIV dan berusia muda,” kata Indra.

Data dari Dinkes Kota Medan sejak 2006 hingga Mei 2011 sebanyak 2560 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dengan penderita laki-laki 1977 dan 583 wanita. Faktor resiko terbesar yaitu Heteroseksual berjumlah 1542 orang dan Narkoba Suntik 816 orang dengan usia penderita terbesar 25 sampai 33 tahun berjumlah 1473 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 418 orang meninggal. Jumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) 284 orang, anak-anak dibawah usia 15 tahun 47 orang dan usia 16 sampai 24 tahun ada 442 orang.

Hingga Mei tahun ini ada 1486 orang yang berkunjung ke klinik IMS, dan 71 di rujuk ke klinik VCT walaupun belum tentu positip HIV. Dari 2560 ODHA, sebanyak 239 yang positip di rujuk ke klinik CST.(don)

Sumber: Harian Berita Sore




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4230