Dua Warga Inhu Tewas Akibat Virus HIV- AIDS
Tanggal: Wednesday, 22 June 2011
Topik: HIV/AIDS


Riau Terkini, 20 Juni 2011

Kabupaten Inhu harus lebih mewaspadai penyebaran virus HIV-AIDS. Dua warganya tak terselamatkan akibat penyakit mematikan tersebut.

Riauterkini – RENGAT –Dua orang warga Indragiri Hulu (Inhu) positif terjangkit HIV-AIDS dan meninggal dunia. Hal ini merupakan kasus pertama yang terjadi di Inhu. Senin (20/6/11)

Walau terkesan ditutupi, dinas kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hulu melalui kepala bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Evy Irma Yunita kepada Riauterkini Senin (20/6/11) ketika dikonfirmasi mengatakan. Dua orang warga Inhu positif terjangkit HIV-AIDS dan meninggal dunia di RSUP Arifin Ahmad Pekan Baru.

“Dua orang yang meninggal dunia akibat terjangkit HIV-AIDS tersebut, seorang laki laki umur 35 tahun beralamat di Kecamatan Rengat. Dan seorang Perempuan berumur 21 tahun warga Kecamatan Peranap” ujar Kabid P2PL Diskes Inhu.

Identitas kedua orang tersebut sesuai aturan dirahasiakan, atau istilah kesehatanya Anonimoslink. Kedua orang tersebut meninggal pada bulan February 2011 yang lalu. “Kita tidak menutupi masalah ini, karena saya baru di bidang ini makanya saya masih awam untuk melakukan ekspos pada wartawan” tandas Evy Irma Yunita.

Dan untuk istri dari Laki laki yang meninggal tersebut, setelah dilakukan tes kesehatan melalui Rapid Tes atau tes HIV-AIDS ternyata positif mengidap HIV-AIDS sebagaimana sang suami. Namun untuk suami dari korban HIV-AIDS yang meninggal dunia belum di lakukan tes. “Kita kesulitan untuk melakukan tes HIV kepada suami korban, karena yang bersangkutan menutup diri dan tidak mau dilakukan tes. Walaupun kita sudah berupaya” ungkap Kabid P2PL Evi Irma Yunita menambahkan.

Gejala dari penderita bila sudah terkena Infeksi Oportunistik (IO), penderita HIV-AIDS akan mengalami diare berkepanjangan lebih dari sebulan, dan juga batuk berkepanjangan serta kulit gatal gatal yang meninggalkan bercak.

“Bila penderita mengalami gejala seperti itu dalam jangka waktu 2 sampai 5 tahun itu merupakan indikasi terjangkit HIV-AIDS. Dan untuk memastikanya kita harus melakukan tes HIV atau Rapid Tes” tegas Evy Irma Yunita.

Kabid P2PL juga menghimbau masyarakat untuk tidak perlu menjauhi maupun memfonis penderita HIV-AIDS, tapi justru memberi dukungan moril kepada korban. Untuk semangat menghadapi hidup sambil dilakukan pengobatan. Karena penularan HIV-AIDS tidak melalui kontak langsung, baik meraba maupun dalam berkomunikasi. “Penularan HIV-AIDS tersebut hanya melalui hubungan seksual dan jarum suntik maupun transfuse darah. Jadi tidak perlu hawatir bila kita bergaul sehari hari dengan penderita HIV-AIDS” tambahnya.

Untuk tahun 2011 ini penderita yang positif terjangkit HIV-AIDS yang meninggal dunia hanya dua orang tersebut, namun masih ada lagi penderita yang positif terjangkit HIV-AIDS di Kabupaten Indragiri Hulu. “Masih ada lagi penderita yang positif terjangkit HIV-AIDS di Inhu sebagaimana data yang kita dapatkan dari Propinsi. Karena para penderita tersebut langsung melakukan tes HIV di Pekan Baru. Namun jumlahnya saya lupa karena datanya ada di laptop saya di rumah” kata Kabid P2PL Dinas kesehatan Inhu Evy Irma Yunita.***(guh)

Sumber: www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4241