Bertambah, 33 Warga Pinrang Positif HIV
Tanggal: Wednesday, 22 June 2011
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 20 Juni 2011

PINRANG - Dalam tiga tahun terakhir, jumlah penderita HIV/Aids yang dinyatakan positif di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, meningkat secara mengejutkan.

Tahun 2010 lalu, jumlah yang terdata sebanyak mencapai 17 orang warga. Lima di antaranya meninggal dunia. Dan tahun ini, angka tersebut meningkat menjadi 33 orang. Dari angka tersebut, 11 penderita HIV berada dalam perawatan intensif dan 17 dalam pemantauan khusus.

"Hasil pemeriksaan dari sejumlah warga yang secara sukarela memeriksakan dirinya, ada penambahan Odha sebanyak 16 orang. Hingga jumlah Odha di Kabupaten Pinrang mencapai 33 orang. Ini peningkatan yang mengejutkan," kata pelaksana Komisi Penanggulangan HIV AIDS Pinrang Andi Bahtiar kepada Kompas.com, Senin (20/6/2011).

Angka tersebut, belum termasuk anggota keluarga penderita positif HIV AIDS, yang kemungkinan ikut tertular virus. Terlebih adanya sejumlah pasangan suami istri (Pasutri) yang juga dinyatakan sebagai Odha, dan telah memiliki bayi. "Semua kita pantau, dari pasangan hingga anak yang terlahir dari pasutri positif HIV AIDS. Untuk perlindungan hak-hak Odha, identitas mereka hingga kini tetap kami rahasiakan," papar Andi Bachtiar.

Sementara itu, Santiadji Syafaat, petugas voluntary counselling and tasting (VCT) Kota Parepare, yang wilayahnya mencakup empat wilayah kabupaten kota di Ajatappareng, mengungkapkan, kalau belum lama ini, korban meninggal akibat HIV AIDS di Pinrang perempuan warga Kecamatan Batu Lappa, yang diduga tertular HIV AIDS dari suaminya.

Sementara wanita penderita HIV AIDS di Pinrang, pada umumnya terjangkit HIV AIDS saat menjadi tenaga kerja di Malaysia. Seiring meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pinramg, diperlukan kesadaran tiap warga untuk berani mengatakan tidak untuk narkoba, selain perilaku seks menyimpang.

Warga juga diimbau agar membiasakan diri menggunakan alat pengaman seperti kondom ketika melakukan hubungan badan. "Jumlah penderita yang terdata saat ini, tentu jauh lebih besar dari jumlah yang belum diketahui, karena kasus HIV AIDS seperti fenomena gunung es. Untuk antisipasi, warga kami imbau untuk memeriksaan diri ke VCT yang ada di rumah sakit daerah dan pelayanannya tidak dipungut biaya sepeser pun," tegasnya.

Sumber: regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4242