PIK Remaja SMA Plus Taruna Andalan Bahas Narkoba dan HIV/AIDS
Tanggal: Wednesday, 22 June 2011
Topik: HIV/AIDS


Riauterkini, 22 Juni 2011

PANGKALAN KERINCI – Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja SMA Plus Taruna Andalan bekerjasama dengan Community Development PT Riau Andalan Pulp and Paper (CD RAPP) dan Rumah Sakit TNI AU (RSTA) Lanud Pekanbaru menyelenggarakan penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) CD RAPP Pangkalan Kerinci Senin (20/6/11) lalu.

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala RSTA, Mayor Kes dr Zainul B, Sp THT-KL, Kepala Perawatan Umum (Kawatum) RSTA, Mayor Kes Triyono, Kepala Klinik Kulit RSTA, Mayor Kes Ari Dharma, Kepala Unit Bantuan Kesehatan Preventive (Bankesprev), Kapten Kes Miryanto. Sementara itu, mewakili manajemen RAPP, Direktur CD RAPP, Amru Mahalli, Manajer YKCK, Jansen Widianto. Dan tak kalah penting, para peserta penyuluhan yang berasal dari SMA Plus TA sebanyak 40 orang, SMA Bernas 20 orang, SMU N 1 Pangkalan Kerinci, SMU N 2 Pangkalan Kerinci, SMK N 1 Pangkalan Kerinci, dan SMK Makmur masing-masing 20 orang, 20 orang, 15 orang, dan 15 orang beserta para guru pendamping.

Pada kesempatan tersebut, Puteri P S Daulay, ketua panitia acara tersebut menuturkan bahwa selama ini PIK Remaja di sekolahnya hanya menyelenggarakan penyuluhan seputar narkoba dan HIV/AIDS serta permasalahan remaja hanya di lingkungan sekolahnya saja, yaitu Taruna Andalan. ‘’Sudah beberapa bulan lalu kita melakukan penyuluhan, tapi hanya di lingkungan sekolah kita saja. Alhamdulillah, ternyata mendapat dukungan positif dari departemen CD RAPP. Dan kita difasilitasi guna menggelar kegiatan ini, dan saya senang akhirnya kegiatan kita bisa terwujud saat ini,” ujarnya.

Menurut Putri dan rekan-rekannya, saat ini remaja di Riau tergolong rawan dalam hal peredaran narkoba, HIV/AIDS maupun permasalahan remaja lainnya. ‘’Mulanya dimulai dari merokok. Untungnya di sekolah kita (Taruna Andalan), belum ada yang merokok, tapi kita lihat di sekolah-sekolah lain, banyak yang sudah mulai merokok. Pergaulan disekitar kita sudah mulai rawan, untuk itu, tugas kita untuk bisa memberikan pengetahuan akan dampak buruk dari narkoba, salah satunya ya dengan melaksanakan acara penyuluhan dan kampanye seperti ini,” tambahnya.

Senada dengan Puteri, Amru Mahalli jug berpendapat bahwa saat ini peredaran narkoba beserta dampaknya sangat berkembang cepat, ‘’Peperangan saat ini, bukan lagi perang dengan menggunakan senjata, namun perang kita saat ini adalah perang ekonomi dan informasi. Nah, kita ingin melepaskan diri dari persoalan itu. Kita juga ingin mengisi liburan adik-adik dengan liburan yang berkualitas dan bermanfaat. Untuk itu lah kita gelar acara ini,” ujarnya. Selain itu, tambahnya, perlu diketahui bahwa peredaran narkoba juga penyebaran HIV/AIDS juga semakin cepat berkembang, ‘’Bahkan saat ini komunitas HIV/AID punya berbagai cara berupaya untuk merangkul orang-orang yang terkena HIV/AIDS. Untuk itu, ktia perlu waspada, salah satunya dengan pengetahuan, dengan mengetahui lebih baik, kita bisa lebih waspada,” tambahnya.

Dr Zainul, menambahkan, narkoba dan AIDS merupakan masalah bangsa selain korupsi. Dari segi Bisnis, narkoba sangat menguntungkan bagi kalangan tertentu dan dapat menghancurkan bangsa. Di lingkungan Landasan Udara (Lanud) sendiri dilakukan screening massal HIV/AIDS. Hal ini dilakukan untuk mengetahui siapa yang telah positif terjangkit HIV, agar dapat memberikan penanganan yang tepat. ‘’Untuk memberantas dan meng-eliminir peredarannya, kita harus tahu bagaimana penanganan HIV/AIDS tersebut. Mari kita ciptakan generasi penerus yang bebas narkoba, HIV/AIDS di Riau,” ujarnya.***(rls)

Sumber: www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4246