3.233 Warga Makassar HIV/AIDS
Tanggal: Friday, 24 June 2011
Topik: HIV/AIDS


Fajar Online, 23 Juni 2011

MAKASSAR -- Angka penderita human immunodeficiency virus (HIV) Acquired immune deficiency syndrome (AIDSA) di Makassar cukup fantastik. Berdasar data per Desember 2010, jumlah penderita HIV/AIDS di kota ini mencapai angka 3.233 orang. Jumlah tersebut terdiri atas HIV sebanyak 2.493 orang dan AIDS sebanyak 740 orang.

Sementara untuk skala Sulsel, jumlah penderita HIV/AIDS berada pada kisaran 3.899 orang yang tersebar pada 24 kabupaten. Penyebaran virus mematikan ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding lima tahun lalu. Pada 2005, jumlah penderita HIV/AIDS di kota ini hanya berkisar 300 orang.

Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Sulsel, Saleh Rajab menjelaskan bahwa peningkatan penderita HIV/AIDS di Makassar atau Sulsel pada umumnya meningkat tajam. "Melihat data dari seluruh KPA, penderita HIV/AIDS meningkat luar biasa. Peningkatan bukan lagi 100 persen tapi di atasnya," kata Saleh Rajab, Rabu, 22 Juni.

Makanya, KPA berharap peran pemerintah dalam penanggulangan HIV/AIDS di kota ini maupun Sulsel pada umumnya harus lebih ditingkatkan lagi, termasuk stakeholder di pemerintahan mesti turut peduli dengan kondisi tersebut. Selain itu, pemerhati masyarakat utamanya pemerhati HIV/AIDS juga diharapkan lebih meningkatkan perhatiannya.

Saleh menjelaskan, penyebaran virus HIV/AIDS ini karena dua faktor utamanya yakni karena heteroseksual serta penggunaan jarum suntik narkoba. Kebiasaan melakukan hubungan seksual bukan dengan pasangan, pasangan lesbi, homoseksual menjadi pemicu utama dalam hal penyebaran virus melalui hubungan seksual.

"Begitu juga penggunaan jarum suntik narkoba yang dilakukan berganti-ganti. Ini juga menjadi salah satu penyebab penyebaran penyakit ini. Makanya KPA selalu mengampanyekan kegiatan seksual yang halal dan aman," kata Saleh KPA kata dia terus melakukan upaya pencegahan peningkatan penyakit HIV/AIDS, melalui berbagai bentuk kegiatan kampanya untuk mengajak masyarakat hidup sehat. Termasuk melakukan pengobatan terhadap warga yang sudah terdeteksi terjangkit penyakit HIV/AIDS. "Karena saat ini sudah banyak juga bayi yang baru lahir sudah terjangkit virus dari orang tuanya," tambah Saleh. (sah)

Sumber: www.fajar.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4252