WHO Keluarkan Pedoman Umum untuk Kurangi Perebakan HIV//AIDS
Tanggal: Monday, 27 June 2011
Topik: HIV/AIDS


VOANEWS.COM, 26 Juni 2011

Berita baiknya adalah penularan HIV di kalangan heteroseksual berkurang. Berita buruknya, tingkat penularan di kalangan homoseksual dan orang-orang transgender bertambah.

WHO memperingatkan bahwa epidemi HIV/AIDS tidak akan dapat diatasi, kecuali apabila perebakan penyakit di kalangan homoseksual, orang-orang transgender, dan kelompok-kelompok rentan lainnya berkurang.

Direktur bagian HIV/AIDS pada WHO, Dokter Gottfried Hirnschall, mengatakan homoseksual dan orang-orang transgender adalah yang paling banyak terkena AIDS sejak epidemi itu mulai 39 tahun lalu, dan ini terus berlangsung sampai sekarang.

Ia mengatakan HIV muncul lagi baru-baru ini di kalangan homoseksual, khususnya di negara industri maju. Tetapi, ia mengatakan data menunjukkan munculnya epidemi baru HIV di kalangan homoseksual di Afrika, Asia, Karibia, Amerika Latin, dan Eropa Timur.

“Fakta menunjukkan bahwa homoseksual diperkirakan 20 kali lebih mungkin tertular HIV daripada rata-rata populasi umum. Empat puluh persen homoseksual diperkirakan menderita HIV positif di sejumlah negara dan kawasan. Kita tahu bahwa populasi orang transgender juga banyak tertular. Tingkatnya berkisar dari 8 sampai 68 persen, jumlah yang luar biasa,” ujar Dokter Hirnschall.

Dokter Hirnschall mengatakan pedoman baru WHO bertujuan membantu negara-negara dan masyarakat meningkatkan layanan yang diperlukan untuk mengurangi penularan baru di kalangan kelompok-kelompok yang rentan ini. Pedoman itu terdiri dari 21 rekomendasi, yang menyarankan cara-cara praktis memperbaiki akses untuk mencegah HIV, diagnosis, pengobatan dan perawatan.

Para pakar HIV mengatakan pedoman tersebut harus dianggap sebagai paket layanan yang komprehensif. Mereka menambahkan dampak terbesar pengurangan penularan HIV akan tampak apabila semua rekomendasi dijalankan.

Sumber
: www.voanews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4260