AIDS Tewaskan 400 Warga Kalbar
Tanggal: Monday, 27 June 2011
Topik: Narkoba


TRIBUNNEWS.COM, 26 Juni 2011

PONTIANAK
– Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kalbar Toto Taha Alkadri mengatakan bahwa Kalbar merupakan satu di antara provinsi yang memiliki jumlah penderita HIV/AIDS yang cukup tinggi.

"Dari 14 kabupaten dan kota yang ada di Kalbar, tidak satupun yang terlepas dari penyebaran HIV/AIDS, termasuk dua kabupaten baru yakni Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Kayong Utara,” ujar Toto pada Pelatihan Valiatif Care Indonesia Response to HIV AIDS, Sabtu (25/6/2011).

Ia mengatakan, data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar penderita stadium AIDS di Kalbar sudah mencapai 1.400 orang, dan sebanyak 400 orang, atau mendekati 450 orang telah meninggal.

Dengan tingginya Jumlah penderita HIV/AIDS di Kalbar masyarakat harus saling bersinergi dalam menekan terjadinya AIDS. "Untuk Kota Pontianak HIV hampir 3.000 orang dan stadium AIDS 500 orang,” ujar Toto.

Dikatakan Toto, tidak bisa dipungkiri, maraknya peredaran narkoba dan menjamurnya tempat-tempat hiburan malam menjadi satu di antara faktor pendukung penyebaran HIV/AIDS.

Hal ini dapat terjadi karena pergaulan bebas, dan penggunaan narkoba misalnya penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan bergantian juga sangat beresiko.

Toto menyatakan, Stadium AIDS memang merupakan stadium yang komplikasi dan penanganganannya agak panjang, untuk menghindari hal tersebut masyarakat harus saling bahu membahu.

Dinas kesehatan, KPA, LSM, maupun NU sendiri yang juga memiliki program yang sama untuk menekan terjadinya AIDS. "Kalau HIV diketahui sejak dini, masih bisa ditanggulangi dan bisa sehat sebelum memasuki stadium AIDS,” ungkapnya.

Pelatihan Valiatif Care Indonesia Response to HIV AIDS GF NU R9 yang dilaksanakan oleh Pusat Adiksi Berbasis Masyarakat (PABM) Bakau Center Nahdatul Ulama Kalbar merupakan satu diatara wujud kepedulian masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Ketua panitia pelatihan Nurhamzah menagatakan pelatihan yang pesertanya terdiri dari dokter, perawat, dan relawan yang ada di Kota Pontianak ini bertujuan untuk memberikan keterampilan agar memiliki keahlian untuk mendampingi masyarakat yang menderita HIV/AIDS.

"Kegiatan ini melibatkan 15 peserta, 5 orang dari dokter, 5 orang dari perawat, dan 5 orang dari relawan yang dilaksanakan selama dua hari 25-26 Juni,” katanya.

Sumber: www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4263