Angka HIV/AIDS Meningkat Empat Warga Terjangkiti, Penyebaran dari Pendatang
Tanggal: Tuesday, 28 June 2011
Topik: HIV/AIDS


Balikpapan Pos, 27 Juni 2011

SAMBOJA – Berada di kawasan pinggiran, bukan berarti bebas dari penyebaran penyakit HIV/AIDS. Puskesmas Handil Baru, Samboja, Kutai Kartanegara menemukan 4 pasien yang terindikasi penyakit mematikan tersebut. Ini merupakan peningkatan yang cukup tajam. Sebab, di tahun lalu data Puskesmas hanya mencatat dua orang dengan penyakit tersebut.

Staf Promosi Kesehatan Puskesmas Handil Baru Abdul Wahab menuturkan, penyebab meningkatnya pasien yang terindikasi HIV/AIDS ini, karena banyaknya warga pendatang yang tinggal di wilayah Samboja.

“Ya, kita kan tak tahu, apakah warga pendatang tersebut bersih dari HIV/AIDS atau tidak,” ungkapnya.

Meski begitu, Abdul tak langsung memvonis bahwa penyebab tingginya penyebaran HIV lantaran warga pendatang itu. Sebab, warga pendatang di Samboja ada juga yang bekerja di perusahaan-perusahaan asing yang bertebaran di kecamatan tersebut.

“Mungkin terdapat warga pendatang yang sudah terinfeksi HIV/AIDS, lalu mereka menularkan penyakit mematikan itu ke PSK di lokalisasi tersebut,” terangnya.

Dia melanjutkan, karena tidak terdeteksi apakah warga pendatang tersebut terindikasi HIV atau tidak. Itu yang membuat mereka bebas masuk ke lokalisasi. Abdul menyarankan, seharusnya da pengetatan dari pemkab untuk mencegah penularan penyakit mematikan ini. Sehingga ketika ada warga pendatang yang terinfeksi HIV bisa dicegah terlebih dahulu.

“Ini kan bagian dari upaya agar warga sekitar tidak tertular. Kalau pengembangbiakannya tak diputus, takutnya penyakit ini menular ke siapa saja,” tegasnya.

Abdul melanjutkan, pasien yang saat ini terindikasi HIV telah dilakukan perawatan intensif, seperti pembinaan dengan rehabilitas dan pemberian obat ke pasien. Perawatan ini seperti pasien langsung datang ke Puskesmas atau dokter yang ke rumah pasien. “Ya, semoga melalui perawatan yang intensif pasien hanya terindikasi dan tidak sampai menyebar ke yang lainnya,” harapnya.

Di tempat yang sama, Plt. Pimpinan Puskesmas Handil Baru Fouzy Hanifa Hijria mengaku tidak bisa memastikan keempat pasien ini terindikasi HIV disebabkan warga pendatang. “Kalau pun warga pendatang yang menyebar virus, kami tak bisa berbuat apa-apa. Karena warga pendatang kan memiliki hak yang sama, bahkan melakukan hunbungan intim dengan PSK di lokalisasi tersebut,” terangnya.

Mengenai warga pendatang, Fouzy menyerahkan langsung ke Pemkab Kukar. Sedangkan untuk mencegah penyakit HIV pihaknya akan mengoptimalkan penyuluhan tentang bahayanya seks bebas dan narkoba ke warga sekitar. “Ini semua demi mencegah HIV/AIDS,” imbuhnya.(qra)

Sumber: www.metrobalikpapan.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4272