Terkendala Operasional di Lapangan, 300-an Kasus HIV Sudah Ditangani
Tanggal: Friday, 01 July 2011
Topik: HIV/AIDS


Cendrawasih Pos, 28 Juni 2011

Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM) Papua merupakan salah satu LSM yang selama ini konsen dengan masalah HIV-AIDS di Provinsi Papua. Bagaimana sepak terjangnya dan apa yang akan dilakukan ke depan ?

DISAMPING konsen dengan masalah HIV-AIDS, YPKM Papua menurut Direktur YPKM Papua, Drs. TG Butar-Butar, M.Kes, juga melakukan penanganan terhadap masalah kesehatan lainnya seperti kesehatan reproduksi, ibu dan anak serta masalah gender. Terkait penanganan masalah itu, YPKM menurutnya menyiapkan relawan-relawan untuk membantu masyarakat dalam penguatan masalah-masalah tersebut.

“Kami juga mempersiapkan relawan dan petugas yang siap memberikan penyuluhan. Para relawan ini juga berasal dari masyarakat yang ada di kampung-kampung yang nantinya akan memberikan penyadaran kepada warga lainnya untuk peningkatan kesadaran mengenai prilaku yang harus diubah,” ungkapnya saat ditemui Cenderawasih Pos di sela-sela kegiatan Regional Meeting YPKM Papua Hotel Mulia Idaman, Senin(27/5).

Untuk lingkup pelayanannya, YPKM Papua menurut TG Butar-Butar saat ini yaitu di 4 kabupaten/kota yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabaupaten Nabire dan Kabupaten Kepulauan Yapen. Disamping keempat daerah tersebut, untuk kawasan Pegunungan Tengah Papua, YPKM Papua juga menyiapkan relawan yang berasal dari masyarakat setempat untuk membantu masyarakat lainnya dalam pencegahan penularan virus HIV-AIDS.

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, TG Butar-Butar mengakui cukup banyak kendala yang mereka hadapi khususnya dalam dua tahun terakhir. Salah satu kendala yang dihadapi yaitu keterbatasan operasional transportasi yang tidak sebanding dengan luas wilayah yang akan dilayani. “Kendala lainnya yaitu adanya anggapan dari warga bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan proyek yang mendatangkan uang. Pandangan itu tidak benar, sebab apa yang dilakukan oleh YPKM merupakan pekerjaan kemanusiaan,” jelasnya.

Selama memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya terkait masalah HIV-AIDS, TG Butar-Butar mengatakan sudah ada sekitar 300-an kasus yang ditangani. Menariknya dari 300-an kasus tersebut, sekitar 60 persen orang yang terinfeksi HIV ikut terlibat dalam membantu penyampaian informasi tentang HIV-AIDS kepada masyarakat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang telah menekuni berbagai bidang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti beternak dan berkebun. *

Sumber: www.cenderawasihpos.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4277