www.metrotvnews.com
">


Pusat Hiburan Malam Wajib Buka Outlet Kondom
Tanggal: Friday, 01 July 2011
Topik: Narkoba


Metrotvnews.com, 29 Juni 2011

Manado: Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) nasional mengatakan, pemilik pusat hiburan malam di Sulut wajib menghadirkan outlet kondom. "Kami tahu di berbagai pusat hiburan malam sering terjadi transaksi seks, sehingga perlu diantisipasi dengan kondom," kata Deputi Program KPA Nasional Vonny Silvanus di Manado, Rabu (29/6).

Beberapa tempat hiburan malam seperti pub, night club dan sebagainya, banyak mengabaikan upaya pencegahan seks bebas, terutama bagaimana cara menghindari penyebaran penyakit HIV/AIDS. Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Sulut sebanyak 809 orang. Sementara yang meninggal pada 2011 sebanyak 117 orang.

KPA Sulut sudah mendata ada sekitar 43 ribu orang pelanggan seks di 15 kabupaten dan kota. Mereka berpotensi kena penyakit itu. "Apa susahnya para penjaja seks membeli kondom dengan harga Rp1.000 per lembar dengan dibandingkan membayar PSK sekitar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per sekali main," ujarnya.

Wakil Sekretaris KPA Sulut Masry Paturusi mengatakan, kesadaran masyarakat terhadap pencegahan HIV/AIDS di Sulut memang masih kurang, dan ini banyak ditemui di tempat-tempat hiburan malam.

Loasi-lokasi populasi kunci seperti night club dan pub masih enggan bersikap terbuka terhadap penanggulangan HIV/AIDS, karena tidak mau bekerja sama menginformasi pekerjaannya serta enggan mengadakan outlet kondom.

"Memang tidak semua lokasi hiburan malam di Manado yang enggan kerja sama, karena masih ada juga yang sudah buat komitmen dengan KPA untuk penanggulangan HIV/AIDS, yakni sebanyak 14 dari 30 pub yang ada," katanya.

Diperkirakan saat ini di Kota Manado ada sekitar 250 wanita pekerja seks yang tersebar di 30 pub, cafe dan night club, dan mereka itu harus diawasi atau dikontrol dengan optimal karena masuk pupolasi berisiko.(Ant/ICH)

Sumber: www.metrotvnews.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4279