news.okezone.com
">


Idap HIV, Balita MR Sempat Dikurung Orangtua
Tanggal: Friday, 01 July 2011
Topik: HIV/AIDS


Okezone.com, 29 Juni 2011

DEPOK – Di usia empat tahun, MR, balita pengidap virus HIV positif di Mampang, Pancoran Mas, Depok, kondisi tubuhnya tak terlihat normal seperti balita kebanyakan. Berat badannya hanya 10 kilogram, dan dia pun berstatus kurang gizi.

Meski bisa berjalan, bermain, dan tertawa, pertumbuhan MR sedikit terhambat, yakni ia tak memiliki gigi. MR pun hanya bisa riang dan bercanda saat bersama dengan ibunya Zubaidah, dan kakak perempuan dari pernikahan Zubaidah dengan suami pertamanya.

Saat ditanya penyebab MR begitu pendiam dan minder jika bertemu orang lain, Zubaidah menuturkan cerita yang bisa membuat miris.

Berawal sebelum 2009 di mana ayah MR, penular virus HIV yang juga seorang pecandu narkoba jarum suntik, Sugianto, masih hidup.

Saat itu, kata Zubaidah, MR selalu dikunci dan dikurung di dalam kamar. Sebab, Sugianto khawatir anaknya akan menjadi bahan ejekan para tetangga.

“Anak saya memang sangat pendiam, mungkin pengaruh masa kecilnya saat dia umur satu tahun dua tahun, saat mengetahui sudah terkena virus HIV, langsung ayahnya mengurungnya, dikunci di dalam kamar, enggak boleh keluar rumah,” ujarnya di lokasi, Selasa (29/06/11).

Mungkin itulah penyebab MR sulit bersosialisasi dan menjadi minder. Menurut Zubaidah, hal itu juga sebagai upaya almarhum suaminya untuk melindungi MR, karena merasa bersalah.

“Jadi terlalu melindungi MR, enggak boleh kemana–mana, suami saya dulu berulang kali menyesal dan minta maaf, tapi ya sudahlah nasi sudah menjadi bubur, mau diapakan lagi,” tuturnya.

Sejak ayah MR meninggal akibat virus HIV tahun 2009, MR sedikit ceria dan mulai belajar mengenal orang lain. “Setelah meninggal baru bebas enggak ada ayahnya, baru bisa ngobrol sedikit–sedikit, tapi masih diam saja kalau melihat banyak orang,” tandasnya.

(teb)

Sumber: news.okezone.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4290