www.cenderawasihpos.com
">


DPRP Desak Bahasa Daerah Masuk Mulok
Tanggal: Friday, 01 July 2011
Topik: Narkoba


Cendrawasih Pos, 30 Juni 2011

JAYAPURA-Dewan Perwakilan Rakyat Papua atau DPRP mendesak agar pemerintah daerah segera memasukkan pelajaran bahasa daerah sebagai mata pelajaran muatan local (Mulok) di tingkat SD dan SMP. Pasalnya hal ini menurut Sekretaris Komisi E DPRP, Kenius Kogoya sesuai dengan Perdasus Nomor 25 Tahun 2006 yang sudah disahkan oleh DPRD beberapa tahun yang lalu.

“Daerah lain di luar Papua sudah melakukan hal ini sedangkan kita di Provinsi Papua yang belum memasukkan bahasa daerah sebagai mata pelajaran Mulok. Padahal Perdasusnya sudah disahkan oleh DPRP,” terangnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (28/6).

Belum adanya tindaklanjut bahkan sosisalisasi terhadap Perdasus Nomor 25 Tahun 2006 oleh eksekutif sangat disayangkan. Padahal Perdasus tersebut menurut Kenius Kogoya sangat luar biasa sekali muatannya dan subtansinya.

“Kami dari DPRP sangat mendukung hal ini sehingga mensahkan Perdasus tersebut. Untuk itu kami meminta agar, pemerintah melalui Dinas Pendidikan segera mendorong masuknya mata pelajaran daerah sebagai muatan local di tingkat SD dan SMP,” tegasnya.

Disampingi Perdasus Nomor 25 Tahun 2006 yang belum ditindaklanjuti, Kenius Kogoya juga menyesalkan masih adanya Perdasus lainnya yang juga belum dilaksanakan oleh pemerintah daerah seperti tentang penanggulangan HIV-AIDS di Tanah Papua dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Papua.

“Sampai sekarang ini kami belum mengetahuinya dan mengerti mengapa sosialsasi ini belum dilaksanakan dan sampai sejauh mana pelaksanaannya kami juga belum tahu. Kami mengharapkan eksekutif segera melaksanakan apa yang telah menjadi keputusan DPRP dan kalau keputusan ini sudah ada dalam Perda atau perdasus ini tidak ada alasan lagi untuk tidak melaksanakannya lagi,” tandasnya. (fan/nat).

Sumber: www.cenderawasihpos.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4299