Menkes Bahas HIV dan Kesehatan Anak di Unismuh
Tanggal: Friday, 01 July 2011
Topik: HIV/AIDS


Ujungpandang Ekspres, 01 Juli 2011

MAKASSAR, Upeks--Tantangan dan masalah kesehatan yang saat diprioritaskan pemerintah adalah fokus pada kesehatan anak dan pengetahuan penularan virus HIV.

Pengaruh kesehatan pada umur bayi dan balita sangat rentan. Hal ini disebabkan kurang gizi yang dapat dideteksi pada berat badan, tinggi badan/umur, berat badan/pertinggi, dan probelem gizi di Indinesia adalah pendek.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes) RI dr Endang Rahayu Sedyaningsih MPH Sr PH tentang kesehatan generasi muda Indonesia dalam kuliah umum dengan tema 'Peranan pemerintah dalam pemerataan kesehatan, untuk mewujudkan sumber daya manusia berdaya saing global', di Audiotorium Al Amien Kampus Unismuh, Selasa, (28/6).

Menurutnya, penyakit yang kini dialami dari kurangnya kandungan gizi yakni perubahan pokstur tubuh menjadi pendek, yang jumlahnya 36%, anak Indonesia mengalami hal itu. Selain kekurangan gizi juga disebabkan dari perkawinan usia muda dengan umur 15-19 tahun. Data partsipasi dari kementerian pendidikan nasional, tahun 2009-2010 hampir menjangkau semua anak hampir masuk sekolah, SMP 74, 52%, SMA 55%.

"Penyebab lainya peningkatan penyebab gangguan kesehatan prevalansi usia merokok pertama kali, yang berdasarkan umur dari data 2007-2010 jumlahnya naik, untuk umur 15-19 tahun, dan Unismuh telah menerapkan hal ini, yang mengharamkan dan anti rokok.

Yang dirangkaikan peletakan baru pertama pembangunan RS Pendidikan Unismuh," terangnya. Kata dia, permaslahan lain yang dihadapi masyarakat saat ini adalah HIV, bukan pada peredaran inveksinya, yang dirawat di RS, tapi tentang pengetahuan HIV, tapi pengetahuanya hanya 9-10%, seperti tertular karena nyamuk, melalui berhugungan seks dengan satu orang saja.

"Pengetahuan ini hanya sekira% orang saja yang dapat mengetahui jawaban. Tersebut untuk usia 15-24 tahun. Sehingga diharapkan mahasiswa kedokteran, dapat mempelajari tentang pentebaran virus dan menyebarkan kemasyarakat lingkunganya, dan generasi muda harus banyak membaca untuk menjaga kesehatannya," ungkapnya.

Program kesehatan yang dikembangkan kementerian saat ini, yakni bantuan operasional kesehatan, ketersediaan, keterjangkauan obat di seluruh faskes, distribusi SDM kes yang bermutu, pengembangan jaminan kesehatan.

Pada awal kuliahnya, Endang mengatakan bahwa Menteri Kesehatan RI lebih memproiritaskan untuk balita dan ibu hamil karena pendidikan untuk balita sangat menentukan nasib generasi ke depan, begitu juga dengan ibu hamil begitu penting dalam mendidik bayinya.

"Pramida Penduduk Indonesia 2010 dibawa umur 0-24 tahun perempuan lebih banyak dari laki-laki tidak sama halnya dengan tahun 2007 laki-laki lebih banyak dari perempuan berarti ada perubahan, tetapi di lain sisi perempuan lebih banyak yang menyelesaikan pendididkan dari laki-laki ini berarti perempuan tidak ada diskriminasi dalam hal pendidikan" terangnya. Dia menuturkan Angka Partisispasi Murni (APM) tahun 2010 tentang jumlah sekolah di Indonesia adalah untuk Taman Kanak-Kanak (TK) 70.400, Sekolah Dasar (SD) 177.800, Sekolah Menemgah Pertama (SMP) 50.417, sekolah menegah atas (SMA) 8.781.

Tantangan dan masalah kesehatan balita adalah relevansi kurang gizi, hal ini terjadi tahun 2007 dan 2010 bahkan kekurangn gizi balita akan mengakibatkan anak-anak Indonesia Pendek hingga 36 persen.

Selain membahas tentang bahaya merokok, Endang juga membahas tentang pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS. Setelah memberikan kuliah umum, Endang juga melakukan peletekan batu pertama Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran Unismuh, di Jl Hertasning Baru, Makassar. ()

Sumber: www.ujungpandangekspres.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4304