Putaw Beredar di Kota Tepian Pengguna Rawan Terinfeksi HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 04 July 2011
Topik: HIV/AIDS


KaltimPost.co.id, 03 Juli 2011

SAMARINDA - Jajaran Polresta Samarinda berhasil menangkap pemakai narkotika kelas 1 jenis putaw. Tersangka adalah M Hamdani (28), warga Desa Rempanga, Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar). Dari tangan tersangka petugas mengamankan 0,28 gram putaw. Penangkapan Ramdani bisa dikatakan suatu kebetulan.

Selasa (28/6) sekitar pukul 1.00 Wita, dia berada di Jalan Rumbia Samarinda. Tiba-tiba salah seorang petugas yang melakukan patroli rutin melintas di dekatnya. Dia pun panik dan membuang putaw di genggamannya. Petugas pun curiga dengan gerak-gerik tersangka, kemudian menghampiri dan berhasil menemukan barang yang dibuang tidak jauh dari tempat tersangka Hamdani berdiri.

Lazimnya, penggunaan narkotika dengan cara ditelan atau dihisap, tapi untuk jenis putaw terbilang spesial. Para pengguna kerap mengkonsumsi obat haram ini dengan injeksi atau menggunakan jarum suntik. Akibatnya, para pengguna narkotika jenis putaw rentan tertular penyakit HIV/AIDS. “Jenis ini (putaw, Red.) merupakan narkotika paling rawan menularkan HIV/AIDS,” ujar Kapolresta Samarinda, Kombespol Arkan Hamzah melalui Kasat Reskoba AKP Agus Siswanto.

Menurut Agus, pengguna narkotika jenis putaw mudah diketahui secara kasat mata. Di mana pengguna sering melukai diri sendiri, terutama saat sakaw. “Saat sakaw atau tubuh meminta tapi tidak ada barangnta. Nah, di situlah pengguna kerap melukai diri sendiri kemudian mengisap darah dari luka tersebut,” papar Agus.

Dikatakannya, biasanya saat mengkonsumsi obat haram jenis putaw dilakukan tidak seorang diri. Hanya saja, jarum suntik hanya satu yang digunakan secara bergantian. “Itu sebabnya, mengapa narkoba jenis putaw rawan penularan HIV/AIDS,” tutur Agus.

Tertangkapnya Hamdani menjadi satu bukti bahwa putaw mulai beredar di Samarinda. Sehingga patut diwaspadai bersama. Apalagi, dari pengakuan tersangka dia telah mengkonsumsi obat haram tersebut selama 3 tahun. “Sudah tiga tahun saya memakai putaw,” kata Hamdani. Dia mengaku, barang haram itu adalah miliknya. Atas perbuatannya, Hamdani dijerat UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Seperti diketahui, Samarinda merupakan kota pengidap HIV/AIDS terbesar di Kaltim, dengan jumlah penderita HIV 763 orang dan AIDS 178 orang. Disusul Balikpapan dengan 418 penderita HIV dan 186 AIDS. Sebagian besar penularan melalui hubungan seksual dan jarum suntik. (*/ocr/kri)

Sumber: www.kaltimpost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4313