Bea Cukai Sita 6 Kg Sabu
Tanggal: Monday, 04 July 2011
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 04 Juli 2011

PEREDARAN narkoba lintas negara semakin mengerikan. Meski banyak bandar, pengedar, dan pemakai yang telah diringkus aparat, peredaran barang haram ini masih saja marak

Terbukti, akhir pekan lalu, petugas Bea dan Cukai Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, menemukan penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 6 kilogram. Sabu itu diduga milik penumpang maskapai Air Asia dari Malaysia.

Kepala Pencegahan dan Penyelidikan Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Selatan Amin Trisobri menuturkan, sabu bernilai miliaran rupiah itu ditemukan petugas, Sabtu (2/7), setelah melakukan pemeriksaan melalui x-ray terhadap barang bagasi semua penumpang pesawat.

"Ternyata dari sekian banyak tas yang diperiksa terdapat tas ransel yang mencurigakan. Dalam tas itu terdapat tiga buah kotak makanan yang satelah dibongkar petugas ternyata berisi sabu," jelas Amin.

Sayangnya, setelah tas diperiksa, pemilik tas tidak kunjung datang. Petugas meyakini pemilik tas sudah melarikan diri.

"Karena itu, kami sudah berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar untuk mencari pemilik barang tersebut," tegasnya.

Dikatakan Amin, penemuan dan penggagalan masuknya obat terlarang melalui bandara di Makassar merupakan kasus pertama yang ditangani oleh pihak Bea dan Cukai Sulsel.

Sebelumnya, tim Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Makassar juga menciduk Edi Kallo yang diduga bandar sabu, di Hotel Harapan, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (28/6). Dari tangan tersangka, polisi menemukan 50 gram sabu senilai Rp75 juta.

Selain itu, juga ditemukan sejumlah alat isap, plastik, alat timbangan, dan uang senilai Rp18 juta yang diduga kuat hasil penjualan sabu. Guna kepentingan penyelidikan, Edi Kallo langsung digelandang ke Kantor Polsekta Makassar.

Maraknya peredaran narkoba ini tentu menjadi salah satu penyebab semakin meningkatnya jumlah penularan HIV/AIDS di Makassar.

Petugas Bea dan Cukai tipe A3 Mataram meringkus warga negara Malaysia Cheam Chee Teng, 46, karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 3,66 kg atau senilai Rp7,2 miliar.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe A3 Mataram Danang Kuswidodo mengatakan penangkapan Cheam Chee Teng dilakukan setelah petugas curiga dengan gerak-gerik tersangka saat keluar membawa koper melalui jalur pemeriksaan petugas Bea dan Cukai di Bandara Selaparang, Mataram, Sabtu (2/7). (YR/N-2)

Sumber: www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4314