www.surabayapost.co.id
">


13 Juta Orang Indonesia Kena Hepatitis B
Tanggal: Tuesday, 05 July 2011
Topik: Narkoba


Surabaya Post Online, 04 Juli 2011

SURABAYA - Penyakit Hepatitis telah menjadi masalah kesehatan di dunia. Sekitar 2 miliar penduduk dunia pernah terinfeksi virus Hepatitis B dan lebih dari 350 juta orang menderita Hepatitis B kronik. Di Indonesia diperkirakan 13 juta orang menderita hepatitis B dan 7 juta orang menderita Hepatitis C. Dari jumlah itu, sekitar 50% berpotensi menjadi penyakit hepatitis kronis dan 10% diantaranya dapat menjadi kanker hati. Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Dr. Unggul Budihusodo, SpPD mengatakan prevalensi Hepatitis di Indonesia cukup tinggi yaitu sekitar 1% - 2%, baik untuk Hepatitis B dan C. Bahkan jumlah penderita Hepatitis C lebih banyak dari penderita HIV-AIDS.

“ Meskipun bisa disembuhkan penyakit hepatitis tetap berbahaya karena dapat berkembang kronis dan menimbulkan kematian. Apalagi Hepatitis C seringkali tidak menunjukkan gejala hingga penyakitnya sudah menjadi sirosis kronis bahkan kanker hati dalam 10-15 tahun kemudian,” ujarnya Minggu (4/7). Lanjutnya, 1 juta orang diperkirakan meninggal setiap tahunnya akibat sirosis dan kanker hati.

Melihat besarnya kasus Hepatitis yang terjadi di dunia terutama di Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengusulkan kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) agar pengendalian Hepatitis dijadikan isu dunia. “Usul Indonesia ini kemudian dibahas dalam Executive Board WHO yang kemudian dalam sidang World Health Assembly (WHA) ke 63 tahun 2010, dan ditetapkan menjadi resolusi WHA yang intinya Hepatitis Virus salah satu penyakit prioritas yang harus ditanggulangi oleh setiap negara,” terangnya.

Sementara itu, untuk mengendalikan penyakit Hepatitis, sejak tahun 1997, Kementerian Kesehatan telah memasukkan imunisasi Hepatitis B sebagai program imunisasi nasional. Pada tahun 2010, program pengendalian Hepatitis dimasukkan dalam Sub Direktorat Diare & ISPA, Ditjen P2PL. “ Secara klinis mutlak diperlukan penanganan Hepatitis yang komprehensif, mulai dari penapisan, pengobatan hingga pengawasan,” tuturnya.

Menurutnya penapisan bertujuan untuk mendeteksi adanya virus Hepatitis sedini mungkin. Selain itu, penapisan juga perlu dilakukan pada ibu hamil untuk mencegah penularan Hepatitis dari ibu kepada janin. “ Pengawasan ini dilakukan juga untuk memastikan setiap pasien menjalani pengobatan dengan disiplin, dan tidak ada penularan ,” tuturnya. Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day/ WHD) Tahun 2011 yang jatuh pada 28 Juli mendatang memilih tema Saatnya Lawan Hepatitis, dengan sub tema ‘Ketahui, Cegah dan Obati, Hepatitis Penyebab Kanker Hati Dapat Menyerang Setiap Orang’.mla

Sumber: www.surabayapost.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4322