HIV-AIDS Serang 444 Warga Balikpapan Juga Dua Bayi Belum Genap Setahun
Tanggal: Tuesday, 05 July 2011
Topik: HIV/AIDS


Balikpapan Pos, 05 Juli 2011

BALIKPAPAN - Ini peringatan bagi semua warga Balikpapan. Pasalnya, fenomena gunung es untuk kasus HIV-AIDS di Kota Beriman, ternyata terbukti adanya. Data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menunjukkan, ada 444 warga Balikpapan dinyatakan positif sebagai pengindap HIV-AIDS.

Parahnya lagi, dua di antara ke-444 warga Balikpapan itu, adalah bayi yang belum genap satu tahuh. Kedua bayi tidak berdosa ini, seolah dilahirkan hanya untuk menderita penyakit mematikan tersebut. Pasalnya, dalam darah kedua bayi tersebut, telah terkontaminasi virus HIV, yang ditularkan dari kedua orang tua mereka, lebih dulu menderita HIV AIDS. “Yang satu berusia 3 bulan, yang satu lagi 6 bulan. Itu karena saat mengandung, orang tuanya telah tertular (HIV AIDS, Red),” kata Kepala DKK Balikpapan, Dyah Muryani kepada wartawan di balaikota, kemarin.

Untuk diketahui, AIDS adalah singkatan Acquired Immune Deficiency Syndrome dalam bahasa Indonesia diartikan menjadi ‘Sindrom Cacat Kekebalan Tubuh Dapatan’. Sementara HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus atau virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS.

Dyah membeberkan, dari ke-444 warga ini, mayoritas penularannya disebabkan oleh penggunaan jarum suntik yang digunakan secara bergantian saat menggunakan narkoba. Selain penggunaan jarum suntik, penyebab utama penularan virus HIV, adalah lewat pola hubungan seks yang tidak sehat, yang dilakukan bukan sesama pasangan suami istri. “Jarum suntik yang paling banyak, karena mungkin digunakan secara bergantian, jadi tidak steril,” terang dia.

Selain itu, dari 444 warga Balikpapan ini, 95 persen penderitanya didominasi oleh laki-laki. Dikatakannya, angka penderita ini, mengalami peningkatan signifikan sebanyak 45 orang, yang tercatat sejak tahun 2011 ini. Pasalnya, data terahir pihaknya di tahun 2010 lalu, penderita HIV AIDS di Balikpapan, hanya mencapai 399 penderita. “Memang, biasa setiap tahun terus mengalami peningkatan, terutama laki-laki,” ungkapnya.

Lalu, langkah apa yang akan dilakukan DKK sebagai upaya untuk meminimalisir peningkatan angka pengidap HIV-AIDS di Balikpapan? Ia menyebut, pihaknya selama ini terus melakukan penyuluhan yang bekerja sama dengan instansi terkait, serta program-program penanganan kasus HIV AIDS lainnya.

Pihaknya juga telah mengganggarkan dana sebesar Rp 300 juta di tahun 2011 ini, khusus untuk penanganan kasus HIV-AIDS di Balikpapan. “Kalau untuk penanganannya, kita sudah menunjuk tiga rumah sakit di Balikpapan, yakni Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo, Rumah Sakit Tentara sama Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, jadi kalau ada pasien HIV, bisa langsung dirujuk ke tiga rumah sakit itu,” pungkas dia.(ibr)

Sumber: www.metrobalikpapan.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4328