Hingga Juni, 45 Penderita HIV Dirawat di RSUD Selasih Pelalawan
Tanggal: Wednesday, 06 July 2011
Topik: HIV/AIDS


Riauterkini, 05 Juli 2011

PANGKALANKERINCI - Penderita virus HIV AIDS di Kabupaten Pelalawan saat ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.Berdasarkan catatan rekapitulasi klien Volentri Conseling And Testing (VCT) RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan, hingga akhir bulan Juni 2011 sudah menangani 45 kasus HIV AIDS.

"Kita akui penderita HIV AIDS di Pelalawan ini dari hasil pendataan kita ternyata terus mengalami peningkatan hampir setiap tahunya, hal ini ketahui setelah kita lakukan pendataan lewat VCT yang telah kita buka di RSUD ini," terang Adm VCT RSUD Selasih Mila Kesumawati, saat berbincang dengan riauterkini, Selasa (5/7/11) dikantornya.

Dituturkannya, dari data hasil rekapitulasi Klien VCT RSUD Selasih tahun 2010 tercatat pasien yang positif terjangkit virus HIV AIDS sebanyak 27 kasus yang sudah ditangani, sedangkan untuk tahun 2011 sampai bulan Juni jumlah penderita sudah mencapai 18 orang yang positif terjangkit HIV, jadi total keseluruhan nya sampai saat ini jumlah pasien yang ditangani oleh VCT RSUD Selasih sudah mencapai 45 orang yang terjangkit Virus HIV.

Ketika disinggung soal bagaimana tim VCT menemukan para penderita, Mila menjelaskan, untuk menemukan para korban penderita HIV AIDS ada tiga cara yang digunakan yaitu cara pertama tim VCT langsung terjun kelokasi yang rawan terjadinya penularan dengan cara terjun kelokalisasi, dan yang kedua dengan cara sukarela para pasien datang ke klinik VCT untuk mengecek kesehatan tubuhnya apakah terjangkit virus HIV AIDS atau tidak dan yang terakhir dengan cara rujukan dokter.

"Jika rujukan dokter ini, biasanya dokter mencurigai pasiennya yang sakit tak kunjung sembuh sampai berbulan-bulan dan stamina pasien terus menurun, kalau dilihat seperti itu biasanya dokter yang bersangkutan langsung memberikan rujukan ke klinik VCT untuk di periksa apakah pasien tersebut terjangkit atau tidak," imbuh Mila.

Selanjutnya dia juga mengatakan, biasanya apabila ditemukan salah seorang pasien terjangkit, pihaknya juga langsung melakukan pengecekan kepada pasangan pasien tersebut dan juga sampai ke anak pasien. "Jika kita temukan kasus, kita biasanya lagsung melakukan pemeriksaan kepada keluarga pasien mulai dari istri sampai ke anaknya untuk mengetahui apakah mereka juga ikut terjangkit, kalau sudah positif terjangkit kita harus bisa memberikan pertolongan sejak dini dan memberikan motifasi kepada korbannya agar tidak drop dan putus asa," tambahnya.

Mila mengatakan kebanyakan pasien yang terjangkit adalah kaum perempuan dibanding kaum laki. "Lebih banyak kaum ibu bang, dan rata-rata pasiennya pada usia produktif, ibu-ibu ini tertular kemungkinan besar dari suaminya yang kebetulan terinfeksi karena suka "jajan" diluar dan setelah terjangkit karena tidak tahu suami tersebut melakukan hubungan badan dengan si istri makanya si istri bisa langsung tertular," tandasnya.***(feb)

Sumber: www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4329