Sasaran Utama Pelajar
Tanggal: Wednesday, 06 July 2011
Topik: Narkoba


Balikpapan Pos, 06 Juli 2011

BALIKPAPAN-Komisi IV DPRD Balikpapan meminta Pemkot Balikpapan segera mengambil sikap, untuk meminimalisir penularan HIV-AIDS di Balikpapan. Menurut Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Sri Hana, pemkot perlu meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan, akan bahaya HIV-AIDS. Caranya, dengan mengandeng pihak-pihak terkait seperti Badan Narkotika Kota (BNK) Balikpapan, serta aparat kepolisian di Balikpapan.

“Ini sangat memprihatinkan, karena Balikpapan dengan selogan kota Berimannya, ternyata belum mampu membendung penularan HIV-AIDS, yang setiap tahun terus berkembang,” kata Sri Hana di ruang kerjanya, kemarin.

Dikatakannya, pemkot dengan pihak terkait, harus lebih mengencarkan sosialisasi dan penyuluhan akan bahaya HIV-AIDS, yang di Balikpapan penularannya banyak disebabkan oleh penggunaan jarum suntik secara bersamaan, saat menggunakan narkoba, serta hubungan seks di luar nikah, dengan bergonta-ganti pasangan. Ia juga menekankan, sosialisasi dan penyuluhan yang akan dilakukan, diberikan porsi yang lebih besar kepada sasaran pelajar.

“Karena, anak-anak di usia pelajar, masih labil dan sangat rentan terpengaruh dengan pergaulan negatif, yang dapat berujung pada penggunaan narkoba maupun seks bebas, yang merupakan penyebab utama penyebaran HIV-AIDS di Balikpapan, jadi pelajar-pelajar kita harus terus kita bombing dengan penyuluhan dan sosialisasi tadi,” terang dia.

Selain mengencarkan sosialisasi dan penyuluhan terhadap pelajar, dapat dilanjutkan dengan memperketat pengawasan, dengan sasaran tempat-tempat hiburan malam (THM) yang ada di Balikpapan. “Aturan THM bisa diperketat, terutama larangan bagi pengunjung remaja dan anak di bawah umur. Bisa juga dengan mengencarkan razia KTP di THM, dan jika ada pelanggaran, tentunya ada sanksi yang dapat membuat jera para pelakunya terutama remaja. Intinya, penularan HIV-AIDS, sebisa mungkin diminimalisir di Balikpapan,” pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, fenomena gunung es untuk kasus HIV-AIDS di Kota Beriman, ternyata terbukti adanya. Data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menunjukkan, ada 444 warga Balikpapan dinyatakan positif sebagai pengindap HIV-AIDS.

Parahnya lagi, dua di antara ke-444 warga Balikpapan itu, adalah bayi yang belum genap satu tahuh. Kedua bayi tidak berdosa ini, seolah dilahirkan hanya untuk menderita penyakit mematikan tersebut. Pasalnya, dalam darah kedua bayi tersebut, telah terkontaminasi virus HIV, yang ditularkan dari kedua orang tua mereka, lebih dulu menderita HIV AIDS. “Yang satu berusia 3 bulan, yang satu lagi 6 bulan. Itu karena saat mengandung, orang tuanya telah tertular (HIV AIDS, Red),” kata Kepala DKK Balikpapan, Dyah Muryani kepada wartawan di balaikota, kemarin.

Untuk diketahui, AIDS adalah singkatan Acquired Immune Deficiency Syndrome dalam bahasa Indonesia diartikan menjadi ‘Sindrom Cacat Kekebalan Tubuh Dapatan’. Sementara HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus atau virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS.

Dyah membeberkan, dari ke-444 warga ini, mayoritas penularannya disebabkan oleh penggunaan jarum suntik yang digunakan secara bergantian saat menggunakan narkoba. Selain penggunaan jarum suntik, penyebab utama penularan virus HIV, adalah lewat pola hubungan seks yang tidak sehat, yang dilakukan bukan sesama pasangan suami istri. “Jarum suntik yang paling banyak, karena mungkin digunakan secara bergantian, jadi tidak steril,” terang dia.(ibr)

Sumber: www.metrobalikpapan.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4340