Batan kembangkan biomedika nuklir
Tanggal: Friday, 08 July 2011
Topik: Narkoba


Bisnis.com, 06 Juli 2011

JAKARTA: Teknologi nuklir sangat membantu bidang kesehatan, terutama dalam mendeteksi dini penyakit kanker. Untuk itu Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrogi Radiasi Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) terus mengadakan penelitian dan pengembangan peralatam yang bisa dipakai untuk pengobatan. Saat ini Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrogi Radiasi (PTKMR) Batan, tengah mempersiapkan metode deteksi petanda tumor/kanker ovarium, payudara dan prostat. Juga deteksi biomarker profliferasi sel kanker payudara, paru, dan serviks.

"Iptek nuklir tak hanya untuk energi, tapi juga untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kami terus melakukan penelitian dan pengembangan di bidang teknik nuklir kedokteran," kata Hudi Hastowo, Kepala Batan, hari ini di sela-sela Seminar Nasional Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan VII yang diadakan Batan hari ini di Jakarta.

Biomedika nuklir Batan, tambah Hudi, tak hanya untuk penanganan kanker, tetapi juga untuk non kanker. Saat ini Batan melakukan penelitian pembuatan vaksin malaria, metode deteksi mikroba patogen Helicobacterpylori, serta pengendalian vektor penyakit DBD dan penyakit malaria. Selain itu juga metode deteksi DNA virus hepatitis B, hepatitis C, dan HIV/AIDS.

"Dalam waktu dekat Batan akan melepas hasil-hasil metoda itu," tambah pada seminar yang bertema Iptek nuklir untuk meningkatkan keselamatan, dan kesehatan masyarakat,

Sementara itu Soehartati Gondhowairjo Argadikoesoema, Kepala Departemen Radioterapi RSCM, mengatakan penggunaan alat medikanuklir diawasi oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan diatur oleh International Atomic Energy Agency (IAEA).

"Satu alat, misalnya, berapa operator yang mengoperasikannya juga diatur. Jadi quality anssurance dan quality controle-nya terjamin, mengingat efek dari penggunaan alat kedokteran nuklir ini baru bisa diketahui 5-10 tahun ke depan. Karena itu setiap saat harus termonitor sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, alat-alat yang diciptakan Batan itu sangat penting dalam pengobatan kanker, terutama dalam mendeteksi awal gejala kanker. Alat ini dapat mendeteksi pada tingkat molekul. Sebanyak 22 unit radioterapi sudah digunakan di sejumlah rumah sakit.

"Jumlah penderita kanker saat ini boleh dikatakan memprihatikan, mengingat pola hidup yang tidak sehat. Karenanya teknologi nuklir sangat membantu," ujarnya. (ea)

Sumber: www.bisnis.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4345