Kemsos Tambah Panti Rehabilitasi Narkotika
Tanggal: Friday, 08 July 2011
Topik: Narkoba


Gatra, 06 Juli 2011

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemsos) akan menambah jumlah panti rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba), karena jumlahnya tidak seimbang dengan jumlah pengguna zat adiktif yang semakin meningkat.

"Saat ini Kementerian Sosial hanya memiliki dua panti rehabilitasi dan enam sudah diserahkan ke pemerintah daerah. Untuk itu kita akan tingkatkan karena proporsi panti rehabilitasi dengan pengguna tidak seimbang," kata Sekjen Kemsos, Toto Utomo Budi Santoso di Jakarta, Rabu (6/7).

Hal itu dikatakan Toto Utomo, usai membuka seminar tentang pelaksanaan atau implementasi peraturan perundang-undangan dalam rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan narkoba, sebagai rangkaian Hari Anti Narkotika Nasional (HANI), yang diperingati pada 26 Juni 2011.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Kementerian Sosial mempunyai tugas di bidang teknis dalam rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan narkotika.

Data secara nasional jumlah pengguna narkotika di Indonesia mencapai 3,6 juta orang atau 1,5 persen dari jumlah penduduk. Sekitar 80 persen adalah generasi muda berusia antara 15-39 tahun, serta 50 persen usia 15-29 tahun.

Pengguna narkotika suntik yang terpapar HIV-AIDS mencapai 37,9 persen hingga Maret 2011. Jumlah tersebut merupakan puncak "gunung es" karena diperkirakan masih banyak yang belum terdata.

Menurut Toto, pecandu narkotika di samping menjadi korban juga sebagai orang sakit serta penyalahguna.

"Bagaimana pun mereka putra putri Indonesia. Sepanjang mereka bisa diselamatkan kita rehabilitasi, kenyataannya banyak para pecandu yang masih bisa direhabilitasi," kata Toto.

Kemsos menangani dua aspek dari korban penyalahgunaan narkotika, yaitu aspek medis yang fisiknya perlu diobati, dan aspek sosial.

Dikatakannya, semua pihak mempunyai tanggung jawab terhadap masalah narkotika sehingga masyarakat juga diminta berperan dalam melakukan rehabilitasi bagi korban sebab keterbatasan panti rehabilitasi yang dimiliki pemerintah.

Saat ini terdapat 82 lembaga rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika yang dimiliki masyarakat, yang tersebar di beberapa provinsi. [TMA, Ant]

Sumber: www.gatra.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4347