Jabar Juara Pertama Kasus Perdagangan Perempuan
Tanggal: Friday, 08 July 2011
Topik: Narkoba


Okezone.com, 07 Juli 2011

DEPOK
– Tak hanya tertinggi kasus narkoba dan HIV/AIDS, Jawa Barat ternyata merupakan provinsi dengan kasus perdagangan manusia tertinggi se-Indonesia. Korban paling banyak tentunya adalah kaum perempuan.

Ketua Divisi Pemantauan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Ani Rukmini menyampaikan bahwa Jawa Barat tertinggi dalam kasus traficking di Indonesia.

Tercatat dari data Bareskrim Mabes Polri, pada akhir tahun 2010 terdapat 768 kasus. "Umumnya kasusnya adalah kekerasan dalam rumah tangga dan eksploitasi perempuan atau mempekerjakan perempuan," katanya kepada wartawan, Rabu (6/7/2011) sore.

Ani menjelaskan, tingginya kasus traficking tersebut karena banyak faktor di antaranya adalah Jawa Barat wilayah padat dan subur sebagai tempat pengiriman orang ke luar negeri atau daerah lain. Selain itu pasti karena faktor ekonomi, sehingga mudah tertarik mendengar iming–iming orang tak dikenal.

“Kemudian juga karena budaya. Ada di suatu daerah yang orangtuanya senang memiliki anak perempuan. Anak perempuan mereka dinikahkan pada usia muda. Harapannya jika bercerai anak tersebut berani untuk kerja di luar daerah,” jelasnya.

Kasus traficking, kata Ani, didomminasi oleh kasus Tenaga Kerja Wanita (TKW). Bahkan kasus Ruyati, TKW yang tewas divonis pancung adalah berasal dari Bekasi, Jawa Barat. "Sudah ada UU tentang traficking. Tapi pelanggaran tetap saja terjadi. Traficking itu terjadi didominasi oleh pengiriman TKW ke luar negeri. Contohnya pemalsuan data. Ada yang muda dituakan dan yang tua dimudakan," paparnya.

Menurut Ani, banyaknya terjadi traficking tersebut karena pengawasan pengiriman TKI melalui Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) masih lemah. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi pencegahan traficking di masyarakat.

"Kami tidak bisa melakukan pengawasan karena itu bukan tugas kami. Kami hanya bisa melakukan preventif dan dan pemulangan korban kepada pihak keluarga. Untuk itu kami membuat jaringan ke bawah untu mengendus adanya traficking," tandasnya. (ram)

Sumber: news.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4352