Tingkat Kejadian HIV Sulit Dihitung
Tanggal: Monday, 11 July 2011
Topik: HIV/AIDS


BANGKAPOS.COM, 08 Juli 2011

BANGKA
-- Prevalensi atau tingkat kejadian HIV di Kabupaten Bangka hanya sebesar 0,5 persen.

"Hal ini akibat kita belum bisa menghitung prevalensi di daerah ini karena belum melakukan serro survey di lokasi atau beberapa tempat yang berpopulasi beresiko, karena terbentur dengan kebijakan daerah sehingga mesti mengikuti aturan yang ada," kata Sopianto, pengelola Infeksi Menular seksual dan HIV/AIDS, Dinkes Kabupaten Bangka kepada bangkapos.com, Jumat (08/07/2011).

Karenanya, Ia mengatakan, serro survey itu baru dilakukan di lapas, dimana dua tahun terakhir tidak ditemukan adanya kasus tersebut sehingga prevalensinya hanya nol persen.

"Dari proses pengambilan sampel darah di lapas bisa dikatakan prevalensinya nol persen," ujar Sopianto.

Sopianto menambahkan, kebanyakan tempat- tempat populasi beresiko adalah illegal, seperti eks lokalisasi. Sehingga pihaknya tidak boleh melakukan intervensi karena masalah kebijakan.

"Sehingga kita pun tidak boleh melakukan serro survey di situ, tapi hanya bisa di lapas, yang tahun ini juga kita rencananya akan kembali melakukan serro survey di lapas," ujar Sopianto.

Menurut, Sopianto, kalau prevalensi HIV di lapas sudah normal bisa dikatakan tempat itu tidak beresiko dan kalau misalnya lapas itu memiliki data mengenai pengguna napza suntik atau perilaku seksual menyimpang.

"Dimana orang mungkin punya masa lalu tersendiri dengan perilaku yang berbeda- beda sehingga tidak bisa memastikan apakah mereka atau tidak terhadap HIV/AIDS," jelasnya.

Sumber: bangka.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4357