75 Persen Penderita AIDS Usia Produktif
Tanggal: Monday, 11 July 2011
Topik: Narkoba


Pos Kota, 10 Juli 2011

TANJUNG PRIOK – Jumlah penderita HIV/AIDS selama periode 2007 – 2010 di wilayah Jakarta Utara tercatat 357 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 279 orang atau 78 persennya pada usia 25-44 tahun.

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jakarta Utara, Atma Sanjaya. Menurutnya, pada usia itu, mereka memiliki penghasilan sendiri sehingga tidak menutup kemungkinan mereka akan melakukan pergaulan bebas.

“Biasanya pada usia seperti itu mereka mulai mengenal dunia luar, bila tidak hati-hati maka akan dengan mudah terjerumus. Ini dikarenakan umur segitu biasaya sedang dalam proses pencarian diri,” kata

Mantan Wakil Walikota Jakarta Utara itu juga menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir ini kasus HIV/AIDS paling banyak terjadi karena melalui hubungan seks bebas. Pada kasus ini tercatat ada 181 kasus dari 357 kasus yang ditemukan. Disusul dengan pengguna narkotika suntik, yang mencapai 160 kasus.

Selain itu faktor perinatal, atau bayi terjangkit HIV/AIDS karena kedua orangtuanya telah tertular penyakit mematikan itu mencapai enam kasus, disusul homoseksual sebanyak enam kasus, transfusi darah tiga kasus, dan biseksual satu kasus.

Diakui oleh Atma Sanjaya meskipun begitu, angka penderita HIV/AIDS mulai tahun 2007 hingga 2010 dapat dikatakan mengalami pasang surut. Sebab pada 2007, angka penderita yang tercatat hanya satu orang. Pad tahun 2008 mencapai 35 orang, tahun 2009 kembali meningkat mencapai 212 orang. Namun, pada 2010 turun penderita mengalami penurunan menjadi 109 orang.

“Angka-angka diketahui dari jumlah penderita yang sempat memeriksakan diri ke rumah sakit. Sehingga jumlah penderita HIV/AIDS di Jakarta Utara belum diketahui secara pasti,”jelasnya.

Berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak menderita HIV/ AIDS, dalam tiga tahun terakhir ini sebagian besar laki-laki yakni mencapai 261 orang. Sedangkan wanita 96 orang. Penyebab terjangkitnya virus HIV/AIDS di Jakarta Utara banyak factor.

Jakarta Utara merupakan salah satu wilayah yang merupakan gerbang menuju ke wilayah DKI Jakarta. Menurutnya, jumlah truk yang masuk Jakarta Utara setiap hari ribuan. Selain itu, pelaut yang singgah di Pelabuhan Tanjung Priok juga tertutup kemungkinan ada yang membawa virus tersebut.

Terlebih lagi, dengan ditutupnya Lokalisasi Kramat Tunggak, membuat tempat hiburan malam menyebar ke beberapa titik wilayah di Jakarta Utara. Akibatnya, petugas kerap kesulitan untuk mensosialisasikan dan mengkampanyekan tentang bahaya HIV/AIDS. Untuk mengatasi hal itu perlu kerjasama semua pihak dengan harapan bisa menekan angka penyebaran kasus HIV/AIDS ini. (wandi/b)

Sumber: www.poskota.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4362